Selasa, 06 Mei 2014

Jenis Tanah di Indonesia

Tanah adalah sebuah unsur benda alami yang bersifat heterogen, dengan komponen pembentuknya yang dinamis berupa padat, cair, dan gas. Tanah terbentuk dari pelapukan material anorganik dan bahan organik yang terjadi karena sengatan pusat tata surya yaitu matahari, angin atau hujan

Jenis-jenis tanah dapat berbeda karena beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perbedaan tersebut, yaitu

  • curah hujan
  • suhu
  • tekanan udara, dan sebagainya
  • Humus (Organosol)
    Jenis tanah hunus berada pada lapisan paling atas, memiliki warna gelap dan bersifat subur. Tanah humus berasal dari pembusukan tumbuhan-tumbuhan, sehingga banyak di temui pada daratan tinggi. Tanah humus banyak terdapat di Indonesia misalnya pada kawasan gunung-gunung tertinggi di indonesia.
  • Aluvial
    Tanah aluvial tergolong tanah yang masih muda dan belum mengalami perkembangan. Tanah ini sering disebut tanah endapan karena hasil dari endapan lumpur yang terbawa aliran ketika proses terjadinya hujan ke dataran yang lebih rendah. Sifat tanah relatif subur karena berasal dari bunga tanah (humus) yang terkikis air hujan.
  • Tanah Vulkanik
    Tanah vulkanik berasal dari bekas letusan gunung berapi berupa abu dan material lainnya yang mengalami pelapukan dalam beberapa waktu lamanya. Tanah vulkanis bersifat sangat subur sehingga sangat cocok untuk lahan bercocok tanam. Misalnya sebagai lahan budidaya buah naga, tanaman jeruk dan sebagainya.
  • Tanah Kapur
    Jenis tanah kapur berasal dari bahan induk kapur (batuan endapan) yang terjadi karena pelapukan batuan kapur dan mengalami laterisasi lemah. Hanya mengandung sedikit humus sehingga cocok di tanami pohon jati, mahoni dan sejenisnya.
  • Tanah Gambut
    Tanah yang berasal dari induk organik seperti hutan rawa atau rumput rawa, bersifat: asam, berwarna gelap, dan bertekstur lunak dan basah. Tanah gambut selalu tergenang air sehingga membuatnya kekurangan unsur hara dan membuat tanah ini tidak cocok sebagai lahan bercocok tanam karena kurang subur.
  • Tanah regosol
    anah ini berasal dari endapan abu vulkanik dan membentuk batuan beku (sedimen) dan tidak berstruktur. Jenis tanah pasir ini kurang baik untuk pertanian karena sedikit mengandung bahan organik.
Jenis-jenis Tanah Di Indonesia
Jenis tanah di Indonesia terbilang memiliki tingkat kesuburan yang tinggi, sehingga banyak menghasilkan hasil bumi berupa berbagai jenis tanaman yang melimpah. Berikut ini penyebaran jenis-jenis tanah di Indonesia :
  • Tanah Regosol - Pemanfaatannya sering digunakan untuk pertanian padi, palawija, tebu dan kelapa. Banyak berada pada daerah pantai, lereng gunung berapi seperti pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara.
  • Tanah Humus : Memiliki kandungan bahan organik yang melimpah yang baik untuk bercocok tanam. Terdapat pada wilayah sepanjang Jawa tengah bagian selatan, Lampung, Kalimantan selatan
  • Tanah Gambut - Pembusukan bahan organik ini karena selalu tergenang air sehingga tanah gambut kurang subur. Banyak terdapat pada Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Seram, Papua, Pantai Selatan dan dijadikan pertanian pasang surut
  • Tanah Margel - Terbentuk dari campuran larutan kapur, pasir dan tanah liat karena air hujan. Lebih sering dimanfaatkan untuk hujan jati pada daerah Yogyakarta, pegunungan Kendeng di Jawa Tengah, Kediri, Madiun, Nusa Tenggara.