Sabtu, 05 April 2014

Sejarah pramuka

Dalam sejarah pramuka dunia, bapak pramuka di mulai dari Lord Robert Baden Powell yang dijuluki sebagai bapak pramuka sedunia ini, pada tanggal 25 Juli 1907 mengadakan sebuah perkemahan pramuka di pulau Brown Sea, Inggris. Kemudian seiring berjalannya, Baden Powell pada tahun 1908 lalu menuls buku tentang dasar kepramukaan berjudul “Scouting for Boys” yang berarti pramuka untuk laki-laki.

Kepramukaan untuk wanita kemudian di tulis pada tahun 1912 oleh adik Baden Powell sendiri yang bernama Agnes dengan membentuk organisasi pramuka “Girls Guides“, yang kemudian dilanjutkan oleh istri Baden Powell. Pada tahun-tahun selanjutnya, didirikan pramuka siaga, bernama “Cub” dengan pedoman buku yang dibuat berjudul  “The Jungle Book”. Dan seterusnya, hingga pramuka di kenal luas di seluru dunia sampai pada Indonesia.

Sejarah Pramuka Indonesia pertama kali di bawa oleh pemerintah Belanda yang kala it masih menjajah Indonesia. Di Belanda sendiri, pramuka dinamai Padvinder yang kemudian didirikan organisasi tersebut di Indonesia dengan nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging, yang artinya Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda). Dari sini, lalu lahir organisasi-organisasi yang bertujuan untuk pergerakan nasional JJP (Jong Java Padvindery) yang kemudian melarang setiap organisasi “Padvinder” di Indonesia.

Cikal bakal pramuka di Indonesia sangat terasa setelah sumpah pemuda yang kemudian membentuk organisasi-organisasi kepanduan untuk pergerakan nasional yang menjadi sejarah pramuka Indonesia. Pada masa pendudukan Jepang, organsasi ini sangat dilarang namun setelah proklamasi kemerdekaan organisasi kepanduan ini berubah diresmikan menjadi “Pandu Rakyat Indonesia”.