Selasa, 22 April 2014

Pengertian tuna daksa

Tuna daksa sendiri terjadi akibat adanya kelainan pada neuro-muscular dan struktur tulang yang bisa disebabkan oleh kelainan bawaan saat lahir, kecelakaan atau penyakit termasuk celebral palsy, polio, amputasi, dan lumpuh. Tuna daksa pun mempunyai tingkatan dalam kelainannya, apabila penderita tuna daksa tersebut memiliki keterbatasan dalam aktivitas yang bersifat fisik, hal tersebut masih bisa disembuhkan lewat terapi. Namun apabila penderita tuna daksa sudah dalam tahap mengalami gangguan sensorik dan motorik maka hal itu tidak dapat lagi bisa dibantu oleh terapi.

Penderita tuna daksa pun dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu kelainan pada sistem selebral (Cerebral System) dan kelainan pada sistem otot dan rangka (Musculus Skeletal  System).

Untuk penderita tuna daksa dalam kasus kelainan yang terjadi pada sistem selebral (Celebral System) disebabkan oleh rusaknya sistem syaraf pusat yang mengakibatkan kelainan krusial karena otot dan tulang sumsum belakang manusia adalah pusat dari segala aktivitas manusia yang di dalamnya terdapat pusat kesadaran manusia, pusat ide, pusat kecerdasan, pusat motorik, dan pusat sensoris.

Sedangkan penderita tuna daksa dalam kasus kelainan yang terjadi pada sistem otot dan rangka (Musculus Skeletal System) karena adanya kelainan pada kaki, tangan, sendi,dan tulang belakang. Contoh penyakit tuna daksa dalam kasus ini adalah polio dan muscle dystrophy. Polio terjadi karena adanya kelainan pada otot yang nantinya mengakibatkan semakin lama otot tersebut akan mengecil dan membuat kita tidak mempunyai tenaga untuk berjalan. Oleh karena itu selalu ingat untuk melakukan 12 jenis imunisasi bayi demi menghindari penyakit polio terjadi pada anak anda.

Sedangkan muscle dystrophy adalah sebuah penyakit tuna daksa yang membuat fungsi otot si penderita menjadi lumpuh. Kelumpuhan otot bisa terjadi pada kedua kaki,kedua tangan, atau semuanya sekaligus.