Sabtu, 26 April 2014

Definisi Fungsi Pajak Bagi Negara

Pajak sendiri mempunyai definisi iuran setiap rakyat negara yang nantinya akan dimasukkan ke dalam kas negara, hal ini diatur di dalam undang-undang sehingga sifatnya wajib atau bisa dipaksakan. Pajak sendiri ditur oleh lembaga pemerintah yaitu Direktorat Jenderal Pajak yang ada di bawah naungan Kementrian Keuangan Republik Indonesia.

Fungsi pajak sendiri menurut Ilyas dan Burton (2010:12) terbagi menjadi empat yaitu fungsi pajak budgetair (penerimaan), fungsi pajak regulerend (mengatur), fungsi pajak stabilitas, dan fungsi pajak redistribusi.

Berikut ini penjelasan 4 fungsi pajak secaralebih lengkap dan detail :

  • Fungsi Pajak Penerimaan
    Fungsi pajak penerimaan atau yang biasa disebut dengan budgetair adalah sebuah pajak yang merupakan salah satu sumber dana yang nantinya akan digunakan pemerintah dengan tujuan membiayai pengeluaran-pengeluaran negara.
  • Fungsi Pajak Regulerend
    Fungsi pajak mengatur atau regulerend yaitu pajak dipergunakan sebagai alat untuk mengatur dan melaksanakan kebijakan-kebijakan dalam aspek sosial dan ekonomi yang sudah sudah diatur pemerintah, contohnya pemungutan pajak yang lebih tinggi terhadap barang mewah seperti berbagai  jenis tas wanita branded dan minuman keras.
  • Fungsi Pajak Stabilitas
    Fungsi pajak stabilitas sebagai satu penerimaan negara yang nantinya akan digunakan untuk menjalankan kebijakan-kebijakan pemerintah  seperti kebijakan stabilitas harga yang bertujuan menekan serendahmungkin terjadinya inflasi dengan mengatur peredaran uang di masyarakat dengan cara pemungutan serta penggunaan pajak yang efektif
  • Fungsi Pajak Redistribusi
    Fungsi pajak redistribusi yaitu nantinya pajak akan dipergunakan sebagai dana untuk membiayai pengeluaran umum serta pembangunan nasional yang nantinya juga bertujuan untuk membuka kesempatan kerja agar dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Realisasi fungsi pajak dengan adanya fungsi pajak penerimaan, regulerend, stabilitas, serta redistribusi adalah membiayai pengeluaran yang dilakukan negara dan pengeluaran negara tersebut tentunya bersifat self liquiditing contohnya pengeluaran untuk proyek barang ekspor.