Jumat, 25 April 2014

Pengertian Pengaruh Tanaman Transgenik Terhadap Kesehatan dan Lingkungan

Tanaman transgenik dimulai tahun 1977 dimana saat itu diketahui bahwa bakteri Agrobacterium tumefaciens mampu mentransfer DNA atau gen yang dimiliki ke sebuah tanaman. Kemudian di tahun 1983, muncul tanaman transgenik pertama berupa bunga matahari yang dimasukkan gen dari buncis. Sejak saat itu, tanaman transgenik mulai dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan komersial dan tanaman transgenik pertama yang diproduksi oleh negara Amerika tpada tahun 1996 dan dipasarkan ke khalayak umum adalah jagung dan kedelai. Di tahun 2004 kurang lebih 80 juta hektar tanah pertanian di dunia sudah ditanami oleh tanaman transgenik dan terbukti 56% kedelai yang ada di dunia dan biasanya dimanfaatkan untuk cara membuat tempe adalah hasil tanaman transgenik.

Tanaman transgenik umumnya dibuat untuk menghasilkan tumbuhan dengan 3 sifat unggul yaitu tahan akan serangan hama, tahan herbisida, dan buah yang nantinya akan dihasilkan tidak akan mudah busuk. Contohnya seperti tanaman jagung dan kapas transgenik yang bersifat tahan hama sudah diproduksi secara massal. Ada pula tanaman tomat transgenik yang sifat pematangan buahnya diperlambat dan sudah pernah diproduksi pada tahun 1994 namun kekurangannya adalah rasa tomat ini umumnya akan kurang terasa. Tomat trasgenik yang dulu beredar dengan nama Flavr Savr juga tidak bertahan lama karena alasan harga yang dua kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan tomat biasa.

  • Pengaruh Tanaman Transgenik Terhadap Kesehatan
    Pengaruh tanaman transgenik terhadap kesehatan mulai diperhatikan ketika organisasi seperti Greenpeace kontra dan menyatakan tanaman ini bisa menjadi pemicu alergen (menimbulkan alergi) bagi manusia. Oleh karena itu sekarang di negara-negara eropa setiap bahan makanan diberi label apakah makanan tersebut produk alami atau produk tanaman transgenik agar setiap konsumen bisa memilih sesuai apa yang ia minati.
  • Pengaruh Tanaman Transgenik Terhadap Lingkungan
    Pengaruh tanaman transgenik terhadap lingkungan mulai banyak dibicarakan oleh orang karena dianggap berptensi akan mengganggu keseimbangan rantai makanan ekosistem yang ada. Nantinya dikhawatirkan akan adanya hama dan gulma yang jauh lebih kuat atau resisten di lingkungan karena jagung Bt memiliki racun Bt yang mampu membunuh hama  Lepidoptera seperti ngengat dan kupu-kupu.