Rabu, 19 Maret 2014

Teori persaingan monopolistik

Pasar persaingan monopolistik memiliki karakteristik yang sama dengan yang ada dalam persaingan sempurna, kecuali perusahaan menjual produk diferensiasi dan bukannya produk yang homogen.
Teori persaingan monopolistik didasarkan pada 3 asumsi pokok, yang pertama adalah setiap perusahaan memproduksi satu jenis atau satu merek khas dari produk diferensiasi dalam industri.

Asumsi yang kedua, dalam pasar industri monopolistik berisi begitu banyak perusa¬haan yang masing-masing saling bersaing secara ketat sehingga masing-masing mengabaikan reaksi yang mungkin timbul dari para pesaingnya bila ia membuat keputusan terhadap harga output-nya. Asumsi ketiga adalah adanya kebebasan untuk masuk dan keluar dari industri.

Perusahaan dalam persaingan monopolistik menghadapi kurva permintaan yang kemiringannya menurun dan dapat menghasilkan keuntungan monopolis dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, perusahaan baru memasuki industri bila keuntungan bisa diperoleh dan titik keseimbangan mensyaratkan setiap perusahaan memperoleh laba sebesar nol. Kurva permintaan setiap perusahaan menyinggung kurva biaya rata-ratanya. Hal ini berarti bahwa setiap perusahaan berproduksi kurang dari tingkat output yang biayanya minimum.

Ada tiga alternatif penting bagi perusahaan persaingan monopolistik dalam melakukan kegiatan usahanya. Jika biaya total sama dengan pendapatan total maka keuntungan ekonomi perusahaan adalah nol. Perusahaan hanya memperoleh keuntungan normal. Apabila harga lebih kecil dibandingkan dengan biaya total rata-rata namun lebih besar dibandingkan biaya variabel rata-rata maka perusahaan mengalami kerugian namun masih mampu meneruskan produksi karena perusahaan akan mengalami kerugian yang lebih besar apabila menghentikan produksi.

Sementara jika harga lebih kecil dibandingkan biaya variabel rata-rata maka lebih baik perusahaan memutuskan untuk gulung tikar atau menutup usahannya.
Persaingan monopolistik tidak harus mengakibatkan terjadinya inefisiensi. Meskipun setiap perusahaan berproduksi dengan biaya yang lebih mahal daripada biaya seminimum mungkin, produknya akhirnya akan dinilai oleh konsumen sehingga perlu dipikirkan untuk menambah biaya.

Persaingan monopolistik merupakan gabungan antara persaingan sempurna dan monopoli. Seperti persaingan sempurna, dalam persaingan monopolistik terdapat beberapa penjual, masing-masing penjual terlalu kecil sehingga tidak bisa mempengaruhi penjual lainnya. Perusahaan juga bisa masuk dan keluar dari pasar dengan agak mudah. Namun, seperti dalam monopoli, perusahaan mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi harga produknya.

Kemampuan ini muncul karena adanya diferensiasi produk.Dalam jangka pendek, perusahaan dalam persaingan monopolistik mungkin memperoleh laba ekonomis, break even atau merugi. Dalam jangka panjang perusahaan bisa mengubah skala produksinya dan ke luar atau masuk industri. Dalam persaingan monopolistik, perusahaan dapat mengubah karakteristik produk untuk mempengaruhi selera konsumen.