Minggu, 23 Maret 2014

Teknik negosiasi yang secara umum pengelola bisnis eceran

Bernegosiasi dengan pihak pemasok merupakan salah satu dari mata rantai pelaksanaan bisnis eceran. Cara bernegosiasi yang benar dan efektif sebenarnya tidak ada aturan yang baku, hal ini disebabkan oleh banyaknya faktor yang mempengaruhi seseorang dalam bernegosiasi. Faktor-faktor tersebut antara lain yaitu pengalaman dalam bernegosiasi, kemampuan berkomunikasidan lain-lain. Berikut ini beberapa petunjuk praktis mengenai teknik negosiasi yang secara umum telah diterapkan oleh para pengelola bisnis eceran.

  • Persiapkan diri anda
    Sebelum negosiasi di mulai, analisislah situasi dengan cermat dan rencanakanstrategi negosiasi anda
  • Masukilah meja perundingan dengan orientasi “menang-menang” (win-win)
    Menang dengan mengorbankan pihak lawan pada akhirnya akan menghantui kita. Secara konsisten dan tekun tunjukkanlah sikap bahwa kedua pihak dapat memperoleh manfaat dari persetujuan ini. Memangnegosiasi yang benar-benar sukses adalah negosiasi yang memenuhi kebutuhan semua pihak.
  • Binalah kepercayaan pribadi dan iklim yang postif Kita akan mendapatkan lebih banyak orang yang merasa senang kepada kita
  • Namun bila terbukti sebaliknya, anggaplah bahwa pihak lawan dapat dipercaya
    Berpeganglah pada asumsi ini, sampai perilaku pihak lawan terbukti tidak demikian , rasa mempercayai merupakan faktor terpenting yang membedakan negosiasi dengan tawar menawar
  • Pastikan bahwa pihak lawan memang mempunyai otoritas untuk menandatangani kontrak
  • Ketahuilah apa yang kita inginkan, mintalah yang kita inginkan serta siapkanlah memberikan imbalannya
  • Tentukan batas minimum posisi kita. Komunikasikan kebutuhan kita secara jelas kepada pihak lawan. Sadarilah bahwa pihak lawan tentu akan menilai tukar menukar ini seperti yang juga kita lakukan.
  • Pusatkan pada kebutuhan, bukan pada posisi atau pada pribadi
  • Dengarkan baik-baik dan ajukan pertanyaan
    Pusatkan bukan pada apa yang mereka inginkan, melainkan pada mengapa mereka menginginkannya
  • Carilah peluang untuk mencocokkan “mata uang alternatif” dengan pihak lawan
    Uang adalah alat tukar, tetapi adakalanya alat tukar lain dapat mempunyaini lai yang setara atau bahkan lebih besar
  • Bernegosiasi untuk jangka panjang, bukan jangka pendek Kita tentu tidak ingin melakukannya kembali dalam waktu dekat
  • Jangan takut mengambil jeda
    Mengusulkan reses bukanlah tanda kelemahan. Sebaliknya, kita hampir selalu kembali dengan tenaga baru yang lebih kuat.
  • Bila kita menghadapi jalan buntu, kemukakanlah informasi baru tetapkan baras waktu yang disepakati bersama atau buatlah konsesi akhir.
  • Jangan pernah memberikan konsesi tanpa mendapatkan imbalannya
    Bila kita menyerahkan sesuatu kepada pihak lawan, kita segera berada dalam posisi negosiasi yang sangat kuat
  • Bantulah pihak lawan untuk menjaga martabatnya
    Sediakan jalan untuk menyelamatkan muka, jika perlu. Jika kita telah berhasilbaik dalam negosiasi, kita dapat berusaha untuk bermurah hati
  • Tetapkan kesepakatan yang spesifik dan jelas yang tidak memungkinkanpengingkaranJika negosiasi telah selesai, kita masih tetap mempunyai kontrak untukdinegosiasikan
  • Pantaulah kesepakatan setelah tercapainya persetujuan
    Jika harapan kita tidak terpenuhi, carilah tahu mengapa. Barangkalikesepakatan perlu direvisi, atau pihak lawan tidak benar-benarmemahaminya. Janganlah cepat berprasangka terhadap pihak lawan.