Senin, 10 Maret 2014

Prinsip pengembnagan kurikulum

Kurkulum tingkat satuan pendidikan jenjeang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman pada standar lulusan dan standar isi serta panduan penyususnan kurikulum yang dibuat oleh BNSP. Kurikulum dikembangkan berdasarkan perinsip-prinsip berikut :

  • Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
    Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki potensi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kretif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan potensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan dan tuntutan lingkungan.
  • Beragam dan Terpadu
    Kurikulum dikembangkan dengan memperhaikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjeng serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender.
  • Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
    Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa lmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, danoleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikutidan memanfaatkan secara teapt perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Releven dengan kebutuhan kehidupan
    Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stkeholdersi) untuk menjamn relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk didalamnya kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Olehkarena itu keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik , dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
  • Menyeluruh dan berkesinambungan
    Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajia keilmuan dan mata pelajaranyang direncanakan dan disajikan secara berkesinambugan antar semua jenjang pendidikan.
  • Belajar sepanjang hayat
    Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudyaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
  • Simbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
    Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan naasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan Bineka Tunggal Ika dalam rangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Lebih lanjut ada sejumlah prinsip yang digunakan dalam pengembangan kurikulum,diantaranya:
  • Prinsip relevansi, Kurikulum dan pengajaran harus disusun sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan kehidupan peserta didik
  • Prinsip efektifitas, Berkaitan dengantingkat pencapaian hasil pelaksanaan kurikulum
  • Prinsip efisiensi, Berkaitan dengan perbandingan antara tenaga, waktu, dana, dan sarana yang dipakai dengan hasil yang diperoleh
  • Prinsip kontinuinitas, Kurikulum berbagai tingkat kelas dan jenjang pendidikan disusun secara berkesinambungan
  • Prinsip Fleksibilitas,disamping program yang berlaku untuk semua anak terdapat pula kesempatan bagi anak mengambil program-program pilihan
  • Prinsip integritas, kurikulum hendaknya memperhatiakn hubungan antara berbagai program pendidikan dalam rangka pembentukan kepribadian yang terpadu.