Selasa, 25 Maret 2014

Petunjuk pelaksaan lelang

Petunjuk pelaksaan lelang menurut Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 40/PMK.07/2006 dijelaskan sebagai berikut :

  • Saat pelaksanaan lelang harus dilakukan oleh dan/atau disaksikan oleh Pejabat Lelang.
  • Dalam pelaksanaan lelang harus ada penetapan harga limit dan juga uang jaminan yang disetor oleh para peserta lelang.
  • Hasil lelang harus dilakukan dengan pengumuman lelang melalui terbitan harian pada yang berdekatan dengan daerah di mana tanah itu terletak.
  • Untuk mengikuti pelelangan para peserta lelang diwajibkan untuk menyetor sejumlah uang jaminan yang jumlahnya telah dicantumkan oleh pejabat lelang, yang kemudian diperhitungkan dengan harga pembelian lelang dengan peserta lelang bersangkutan yang ditunjuk sebagai pembeli.
  • Pada penjualan lelang dilakukan dengan penawaran lisan dengan harga naik-naik.
  • Para peserta lelang telah dianggap mengetahui apa yang telah ditawar/dibeli olehnya, sehingga jika terdapat kerusakan atau terdapat cacat pada barang yang telah dibelinya, maka ia tidak berhak untuk menolak atau menarik diri kembali setelah pembeliannya disahkan dan melepaskan semua hak untuk meminta ganti kerugian berupa apapun juga.
  • Pembayaran dilaksanakan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja setelah pelaksanaan lelang.
  • Pembayaran dilakukan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja setelah lelang terjadi.
  • Jika yang dilelang adalah tanah/tanah dan rumah yang sedang ditempati oleh tersita lelang dan tersita lelang tidak bersedia menyerahkan tanah/tanah dan rumah itu secara kosong maka pihak yang terlelang akan dikeluarkan dengan paksa apabila perlu dengan bantuan yang berwajib dari tanah/tanah dan rumah tersebut.
  • Harga hipotik atau hak tanggungan yang didaftarkan pada kantor pertanahan, setelah tanah disita maka tidak mempunyai kekuatan hukum.