Jumat, 28 Maret 2014

Pengertian seni kriya dan unsur unsurnya

Seni kriya sering disebut sebagai Handycraft yang berarti kerajinan tangan. Termasuk ke dalam seni rupa terapan (applied art) yang mengandung nilai keindahan dan aspek fungsi. hal ini berarti seni kriya adalah seni kerajinan tangan yang dibuat oleh manusia dalam pemenuhan kebutuhan perkakas dan bernilai artistik.

Dilihat dari istilahnya, kriya berasal dari kata “Kr” dalam bahasa Sansekerta berarti “mengerjakan”. Dan dari asal kata tersebut kemudian menjadi karya, kriya dan kerja. Kemudian dalam arti yang lebih spesifik, kriya adalah mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan benda atau obyek yang bernilai seni.

Seni kriya sudah ada sejak zaman kerajaan di Jawa dan  merupakan seni budaya indonesia yang menduduki tempat yang baik untuk jenis kerajinan yang dikonsumsi oleh kalangan bangsawan dan masyarakat elit . Berbeda dengan bentuk kerajinan, seni kriya dipandang sebagai seni yang berkualitas tinggi karena mengandung nilai seni yang tinggi. Kerajinan terkesan lebih kasar, contohnya pada pembuatan pisau dengan proses bahan, atau kemampuan pembuatannya yang berbeda dengan keris.

Unsur-unsur Seni Kriya
Terdapat beberapa aspek yang harus dipenuhi dalam pembuatan seni kriya ini yaitu :

  • Kegunaan
    • Kenyamanan (comfortable) – Barang-barang dengan unsur terapan adalah barang yang memiliki nilai praktis yang tinggi saat digunakan.
    • Keamanan (security) – merupakan sebuah keharusan bagi setiap orang agar dapat menggunakan barang-barang kerajinan kriya ini dengan aman.
    • Fleksibel (Flexibility) – Barang-barang terapan yang dihasilkan  wujudnya sesuai dengan kegunaan atau  memberi kemudahan saat digunakan oleh pemakai.
  • Keindahan
    • Barang-barang seni memiliki nilai yang lebih tinggi karena unsur estetika di dalamnya. Sehi kriya tidak sebatas memiliki nilai guna, namun unsur keindahan dapat memberikan rasa puas, senang, nyaman ketika di pakai.