Minggu, 16 Maret 2014

Pengertian politik dalam arti kepentingan

Manusia memiliki kebutuhan atau keinginan. Dengan berbagai tindakan dan perilakunya, manusia kerap melakukan upaya-upaya untuk mendapatkan kebutuhan atau keinginnya. Menurut Deliar Noer keinginan itu bisa terwujud dalam bentuk yang lebih keras, yaitu kepentingan. Masalah kepentingan ini, sudah dengan konsepsi hak sebagaimana di kenal dalam konsep politik demokrasi.

Misalkan ada sebuah kasus, si A memiliki sebidang tanah. Kemudian, datang aparatur pemerintah untuk mengambil lokasi tanah tempat berdirinya rumah si A tersebut. Aparat pemerintah tersebut mengatakan, daerah tersebut akan dibuat sebuah jembatan laying yang akan menjadi kepentingan bersama. Maka, tanah lokasi tempat berdirinya rumah si A akan diambilalih oleh pemerintah. Bila memungkinkan akan dilakukan melalui ganti rugi, dan jika tidak mau, atas nama “kepentingan negara dan kepentingan umum” si aparat tersebut akan menggunakan kekuasaan dan kekuarannya untuk memaksa si A tersebut.

Dalam kasus tersebut, terdapat sejumlah konsep dasar yang erat kaitannya dengan ilmu politik. Diantaranya, kekuasaan, kekerasan, paksaan, hubungan antara rakyat dan pemerintah. Dan hal yang relevan pembicaraannya dengan konteks ini adalah adanya relasi kepentingan atau perbedaan kepentingan antara rakyat dan pemerintah.

Si A memiliki kepentingan untuk mempertahankan haknya (tanah dan rumah), sedangkan si aparatur pemerintah memiliki kepentingan untuk melancarkan program pembangunan yang dicanangkan oleh atasannya. Hak yang melekat pada pelaku politik itulah itu yang merupakan kristal dari kebutuhan, keinginan atau kepentingan seseorang. Dan ilmu politik, tidak bisa dilepaskan dari masalah kepentingan tersebut di atas.

Secara umum, setiap manusia pernah dan selalu membutuhkan sesuatu, baik untuk kepentingan diri kita sendiri, keluarga, masyarakat atau yang lainnya. Sejalan dengan kebutuhan ini, semua kebutuhan tersebut tidak akan terpenuhi apabila tidak ada cara dan alat-alat yang digunakan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Proses penentuan cara dan alat-alat yang akan digunakan serta tujuan yang ingin dicapai sebenarnya sudah merupakan bagian dari politik, oleh karena itu benar apa yang dikatakan Ariestoteles bahwa sebenarnya manusia adalah binatang politik (zoon politicon).

Berdasarkan pemikiran tersebut di atas, dapat dirumuskan sejumlah pemikiran dasar yang dapat dijadikan penjelasan terhadap masalah definisi politik ini :
Politik adalah ilmu yang menjelaskan tentang kepentingan, baik dalam konteks individu maupun kelompok.
Politik adalah ilmu yang mempelajarai tentang cara meraih, merebut atau mempertahankan kepentingan.
Politik adalah ilmu yang mempelajari tentang lembaga perjuangan penegakkan kepentingan baik yang digunakan oleh perorangan maupun kelompok. Tidak mengherankan, jika Marxis mengatakan bahwa negara adalah lembaga kepentingan kaum borjuis, dan adanya negara, hanya melanggenggkan kekuasaan kaum kapitalis belaka.

Berdasarkan kajian tersebut di atas, maka dapat disimpulkan sebuah prinsip dasar bahwa “tidak mungkin ada perjuangan politik yang tanpa unsure kepentingan dari si pelakunya” atau “tidak ada politic zonder interest”. Tidak mengherankan jika Harrold D. Laswell bahwa politik adalah siapa mendapatkan apa, kapan, dan dengan menggunakan cara bagaimana ? Setiap tindakan politik akan bermuatan kepentingan, apapaun bentuk kepentingan dan siapapun pemilik kepentingan tersebut di atas. Dan dengan demikian pula, dapat dilanjutkan bahwa masalah politik adalah masalah perjuangan kepentingan, penyelarasan kepentingan, interaksi kepentingan, konflik kepentingan dan konsolidasi kepentingan.