Kamis, 20 Maret 2014

Keadilan sebagai kebajikan moral bagi administrator

Keadilan sebagai Kebajikan Moral bagi Administrator

  • Sebagian pemikir politik membicarakan tentang kebajikan politik yang menyangkut kehidupan politik, tujuan negara, dan bentuk pemerintahan.
  • Montesquieu menetapkan kebajikan sebagai asas dalam bentuk pemerintahan republik. Kebajikan pada sebuah negara republik yang perlu dimiliki warga negaranya ialah cinta kepada negaranya.
  • John Stuart Mill menetapkan kebajikan sebagai tujuan dari suatu pemerintahan yang baik. Pokok keunggulan terpenting yang suatu bentuk pemerintahan dapat memilikinya ialah memajukan kebajikan dan kecerdasan dari rakyat.
  • Pengembangan kebajikan terasa lebih penting bagi para administrator pemerintahan yang sehari-hari menjalankan roda pemerintahan.
  • Aristoteles melihat adanya kesatuan di antara berbagai kebajikan moral dalam rangka suatu keadilan umum karena keadilan umum terdiri dari semua kebajikan moral sepanjang kebaikan moral itu diarahkan pada kesejahteraan masyarakat dan kebaikan dari orang lain. Keadilan umum yang demikian itu merupakan kebajikan seluruhnya yang bersifat lengkap.
  • Keadilan merupakan kebajikan moral yang utama, yang pokok, atau yang terpenting untuk diperkembangkan pada para administrator pemerintahan sehingga setiap administrator pemerintahan dari kedudukan yang terendah sampai jabatan yang tertinggi dapat terbina jiwa keadilan dalam budi pikiran, hasrat kemauan, dan hati sanubarinya secara kokoh. Tanpa jiwa keadilan sebagai landasannya dan berbagai kebajikan moral lainnya sebagai pedoman, seseorang administrator pemerintahan mudah sekali tergoda oleh kekuasaan jabatannya dan terjerumus dalam berbagai keburukan.
  • Kebajikan merupakan ganjarannya itu sendiri karena bilamana dimiliki seseorang merupakan sebuah pahala sendiri bagi diri pribadinya dan sekaligus juga merupakan suatu kesenangan sejati.