Senin, 10 Maret 2014

Fungsi dan cara mengembangkan kurikulum

Fungsi kurikulum ialah sebagai pedoman bagi guru dalam melaksanakan tugasnya. Selain itu kurikulum berfungsi sebagai:

  • Preventif  yaitu agar guru terhindar dari melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang ditetapkan kurikulum
  • Korektif yaitu sebagai rambu-rambu yang menjadi pedoman dalam membetulkan pelaksanaan pendidikan yang menyimpang dari yang telah digariskan dalam kurikulum
  • Konstruktif yaitu memberikan arah yang benar bagi pelaksanaan dan mengembangkan pelaksanaannya asalkan arah pngembangannya mengacu pada kurikulum yang berlaku
Agar usaha perbaikan kurikulum dsekolah dapat berhasil baik, hendaknya diperhatikan langkah-langkah pengembangan kurikulum berikut :
  • Adakan penilaian umum tentang sekolah, dalam hal apa sekolah itu lebih baik atau lebih rendah mutunya daripada sekolah lain, adanya diskrepansi antara keyataan dengan apa yang diharapkan bebagai pihak, sumber-sumber yang tersedia.
  • Selidiki berbagai kebutuhan, anatara lai kebutuhan siswa, kebutuhan guru, dan kebutuhan akan perubahan dan perbaikan.
  • Mengidentifikasi masalah serta merumuskannya, yang timbul berdasarkan studi tentang berbagai kebutuhan yang tersebut diatas lalu memilih salah satu yang dianggap paling mendesak.
  • Mengajukan saran perbaikan, sebaiknya Dalam bentuk tertulis, yang dapat didiskusikan bersama, apakah sesuai dengan tuntunan kurikulum yang berlaku, menilai maknanya bagi perbaikan sekolah dan menjelaskan makna dan implikasinya.
  • Menyiapkan desai perencanaanya yang mencakup tujuan, cara mengevaluasi, menentukan bahan pelajaran, metode penyampaianya, percobaan, penilaian, balikan, perbaikan, pelaksanan dan seterusnya.
  • Memeilih anggota panitaia, sedapat mungkin sesuai dengan kompetensi masing-masing.
  • Mengawasi pekerjaan panitia, biasanya oleh kepala sekolah
  • Melaksanakan hasil panitia oleh guru dalam kelas. Oleh sebab pekerjaan ini tidak mudah, kepala sekolah hendaknya senantiasa menyatakan penghargaannya atas pekerjaan semua yang terlibat dalam usaha perbaikan ini.
  • Menerapkan cara-cara evaluasi, apakah yang direncanakan itu da direalisasikan. Apa yang indah diatas kertas, belum tentu dapat diwujudkan.
  • Memantapkan perbaikan, bila ternyata usaha tu berhasil baik dan dijadikan pedoman selanjutnya.