Minggu, 02 Februari 2014

Karakteristik penyesuaian sosial yang sehat

Scheneiders (1964: 51) mengemukakan beberapa kriteria penyesuaian yang tergolong baik (good adjusment) ditandai dengan:

  • Pengetahuan dan tilikan terhadap diri sendiri dan orang lain,
  • Obyektivitas dan penerimaan sosial,
  • Pengendalian diri dan perkembangan diri,
  • Tujuan dan arah yang jelas,
  • Perspektif, skala nilai dan filsafat hidup memadai,
  • Rasa humor
  • Rasa tanggung jawab sosial,
  • Kecakapan bekerja sama dan menaruh minat kepada orang lain,
  • Memiliki minat yang besar dalam bekerja dan bermain,
  • Perkembangan kebiasaan yang baik,
  • Adaptabilitas, kepuasan dalam  bekerja dan bermain,
  • dan orientasi yang menandai terhadap realitas sosial.
Syamsu Yusuf (2000: 130) menyatakan penyesuaian yang sehat sebagai berikut:
  • Mampu menilai diri secara realistik, yaitu mampu menilai diri sebgaimana adanya, baik kelebihan maupun kelemahan.
  • Mampu menilai situasi secara realistik, yaitu mampu menghadapi situasi atau kondisi kehidupan secara realistik dan mampu menerimanya secara wajar.
  • Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik, yaitu beraksi secara rasional.
  • Menerima tanggung jawab, yaitu memiliki keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapi.
  • Kemandirian, yaitu memiliki sikap mandiri dalam cara berpikir dan bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan diri secara konstruktif dengan norma yang berlaku di lingkungannya.
  • Dapat mengontrol emosi, yaitu merasa aman dengan emosinya, dapat menghadapi situasi frustasi, depresi atau stress secara positif atau konstruktif.
  • Berorientasi tujuan, yaitu mampu merumuskan tujuan berdasarkan pertimbangan secara matang, tidak atas paksaan dari orang lain.  
  • Berorientasi keluar, yaitu bersifat respek, empati terhadap orang lain, mempunyai kepedulian terhadap situasi, masalah-masalah lingkungan.
  • Penerimaan sosial, dinilai positif oleh orang lain, berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan memiliki sifat bersahabat.
  • Memiliki filsafat hidup, yaitu mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup yang berakar dari keyakinan agama.
  • Berbahagia.
Sejalan dengan pendapat Syamsu Yusuf, Schneiders (1964: 51) mengemukakan ciri penyesuaian sosial yang baik sebagai berikut:
  • Memiliki pengendalian diri yang tinggi dalam menghadapi situasi atau persoalan, dengan kata lain tidak menunjukan ketegangan emosi yang berlebihan.
  • Tidak menunjukan mekanisme psikologis yang berlebihan, bertindak wajar dalam memberikan reaksi terhadap masalah dan konflik yang dihadapi. ampu mengolah pikiran dan perasaan dengan baik, sehingga menemukan cara-cara yang tepat untuk menyelesaikan masalahnya.
  • Memiliki pertimbangan rasional dan pengendalian diri, memiliki kemampuan dasar berfikir serta dapat memberikan pertimbangan terhadap tingkah laku yang diperbuat untuk mengatasi masalah yag dihadapinya.
  • Mampu belajar sehingga dapat mengembangkan kualitas dirinya terutama dalam bersedia belajar dari pengalaman dan memanfaatkan pengelaman tersebut dengan baik.
  • Mempunyai sikap realistik, objektif, dapat menilai  situasi, masalah dan kekurangan dirinya secara objektif.