Kamis, 06 Februari 2014

Fungsi dan tujuan sakit gigi dan mulut

Fungsi RSGM adalah:

  • Pelayanan atau pengabdian kepada masyarakat meliputi;
    • sarana pelayanan kesehatan gigi dan mulut primer, sekunder, dan tersier, penunjang, rujukan dan gawat darurat kesehatan gigi dan mulut.
    • wadah pengembangan konsep pelayanan kedokteran gigi.
    • pusat unggulan pelayanan kedokteran gigi.
  • Pendidikan
    sarana pendidikan dan pelatihan di bidang kedokteran gigi jenjang diploma, dokter gigi, dokter gigi spesialis, dokter gigi spesialis konsultan, magister, doktor dan pendidikan berkelanjutan bidang kedokteran gigi.
  • Penelitian
    pusat penelitian, pengkajian, dan pengembangan ilmu kedokteran gigi,
    pusat penerapan obat, bahan dan kedokteran gigi (Depkes RI, 2003).
RSGM berdasarkan Peraturan Pemerintah  Menteri Kesehatan nomer 1173 tahun 2004, menurut fungsinya dapat dibagi menjadi dua, yaitu RSGM Pendidikan dan RSGM non Pendidikan. RSGM Pendidikan adalah RSGM yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, yang juga digunakan sebagai sarana proses pembelajaran, pendidikan dan penelitian bagi profesi tenaga kesehatan kedokteran gigi dan tenaga kesehatan lainnya dan terikat melalui kerjasama dengan fakultas kedokteran gigi.

Tujuan umum Sakit Gigi Dan Mulut adalah meningkatkan mutu pendidikan, penelitian dan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang berkualitas, profesional, modern dan sesuai dengan tuntutan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran gigi.

Tujuan khusus RSGM, yaitu:
  • tersedianya sarana pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi masayarakat secara optimal, meliputi :
    • pelayanan medik gigi primer, yaitu tindakan medik gigi yang merupakan wewenang dokter gigi umum.
    • pelayanan medik gigi sekunder, yaitu  tindakan medik gigi yang merupakan wewenang dokter gigi spesialis.
    • pelayanan medik gigi tersier, yaitu tindakan medik gigi yang merupakan wewenang dokter gigi subspesialis/dokter gigi spesialis konsultan.
  • tersedianya sarana pendidikan kedokteran gigi dan tenaga kesehatan gigi lainnya.
  • tersedianya pusat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya pada kedokteran gigi.
  • tersedianya unit pelayanan sebagai sarana rujukan bagi unit yang lebih rendah.
  • tersedianya unit penunjang program kegiatan medik kedokteran umum (rujukan secara pelayanan kesehatan lain setingkat/horizontal), kegiatan pelayanan kesehatan terintegrasi, pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan dan penelitian.