Rabu, 29 Januari 2014

Tujuan dari perkawinan

Menurut Soemijati (dalam bachtiar, 2004) tujuan perkawinan adalah untuk memenuhi tuntutan hajat tabiat kemanusiaan, berhubungan antara laki-laki dan perempuan dalam rangka mewujudkan keluarga bahagia dengan dasar cinta dan kasih sayang, memperoleh keturunan yang sah dengan mengikuti ketentuan-ketentuan yang telah diatur oleh hukum.

Menurut Bachtiar (2004), membagi lima tujuan perkawinan yang paling pokok adalah:

  • Memperoleh keturunan yang sah dalam masyarakat, dengan mendirikan rumah tangga yang damai dan teratur
  • Mengatur potensi kelamin
  • Menjaga diri dari perbuatan-perbuan yang dilarang agama
  • Menimbulkan rasa cinta antara suami-isteri
  • Membersihkan keturunan yang hanya bisa diperoleh dengan jalan pernikahan.
Sedangkan Ensiklopedia Wanita Muslimah (dalam bacthtiar, 2004), tujuan perkawinan adalah:
  • Kelanggengan jenis manusia dengan adanya keturunan
  • Terpeliharanya kehormatan
  • Menenteramkan dan menenagkan jiwa
  • Mendapatkan keturunan yang sah
  • Bahu-membahu antara suami-isteri
  • Mengembangkan tali silaturahmi dan memperbanyak keluarga
Suardiman (dalam maharani, 2002) menunjukkan beberapa tujuan yang dicapai dalam perkawinan
  • Menuruti hasrat perkawinan
  • Menurunkan keturunan untuk melestarikan jenis kelamin
  • Memperluas hubungan keluarga
  • Memperoleh kesenangan dalam hidupnya
  • Memperoleh kawan sehidup semati
  • Mendidik dan membimbing anak.