Jumat, 31 Januari 2014

Definisi resiliensi

Menurut Reivich dan Shatte (2002), resiliensi adalah kapasitas untuk merespon secara sehat dan produktif ketika menghadapi kesulitan atau trauma, dimana hal itu penting untuk mengelola tekanan hidup sehari-hari.  Resiliensi adalah seperangkat pikiran yang memungkinkan untuk mencari pengalaman baru dan memandang kehidupan sebagai sebuah kemajuan.

Resiliensi menghasilkan dan mempertahankan sikap positif untuk digali.  Individu dengan resiliensi yang baik memahami bahwa kesalahan bukanlah akhir dari segalanya.  Individu mengambil makna dari kesalahan dan menggunakan pengetahuan untuk meraih sesuatu yang lebih tinggi.  Individu menggembleng dirinya dan memecahkan persoalan dengan bijaksana, sepenuhnya, dan energik.
   
Connor & Davidson (2003) mengatakan bahwa resiliensi merupakan kualitas seseorang dalam hal kemampuan untuk menghadapi penderitaan. Block & Kreman (Xianon&Zhang, 2007) menyatakan bahwa resiliensi digunakan untuk menyatakan kapabilitas individual untuk bertahan/survive dan mampu beradaptasi dalam keadaan stress dan mengalami penderitaan.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa resiliensi adalah kapasitas individu, untuk beradaptasi dengan keadaan, dengan merespon secara sehat dan produktif untuk memperbaiki diri, sehingga mampu menghadapi dan mengatasi tekanan hidup sehari-hari.