Senin, 06 Januari 2014

Manfaat perencanaan

Perencanaan tidak lain merupakan kegiatan untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai beserta cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Sebagaimana disampaikan oleh Louise E. Boone dan David L. Kurtz (1984) bahwa: planning may be defined as the proses by which manager set objective, asses the future, and develop course of action designed to accomplish these objective. Sedangkan T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa :

“ Perencanaan (planning) adalah pemilihan atau penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Pembuatan keputusan banyak terlibat dalam fungsi ini.”

Arti penting perencanaan terutama adalah memberikan kejelasan arah bagi setiap kegiatan, sehingga setiap kegiatan dapat diusahakan dan dilaksanakan seefisien dan seefektif mungkin. T. Hani Handoko mengemukakan sembilan manfaat perencanaan bahwa perencanaan:

  • Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan;
  • Membantu dalam kristalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama;
  • Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran;
  • Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat;
  • Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi;
  • Memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi
  • Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami;
  • Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti; dan
  • Menghemat waktu, usaha dan dana.
Indriyo Gito Sudarmo dan Agus Mulyono (1996) mengemukakan langkah-langkah pokok dalam perencanaan, yaitu :
  • Penentuan tujuan dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut :
    • menggunakan kata-kata yang sederhana
    • mempunyai sifat fleksibel
    • mempunyai sifat stabilitas
    • ada dalam perimbangan sumber daya
    • meliputi semua tindakan yang diperlukan.
  • Pendefinisian gabungan situasi secara baik, yang meliputi unsur sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya modal.
  • Merumuskan kegiatan yang akan dilaksanakan secara jelas dan tegas.
Hal senada dikemukakan pula oleh T. Hani Handoko (1995) bahwa terdapat empat tahap dalam perencanaan, yaitu :
  • Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan;
  • Merumuskan keadaan saat ini;
  • Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan;
  • Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.