Minggu, 26 Januari 2014

Pemicu terjadinya kekerasan

Ada beberapa hal yang secara bersama saling menguatkan pemicu terjadinya beberapa perilaku yang mereduksi kualitas keluarga

  • Eksistensi keluarga yang semakin virtual (maya), antara ada dan tiada, apalagi semakin orang tua yang sibuk berkarir di luar rumah.
  • Kemiskinan
    Kemiskinan membuat orang tua tega memperkerjakan anaknya apalagi, masih sangat kokohnya pola patriarki membuat anak tidak bisa berbuat banyak ketika dipaksa membantu mencari uang
  • Terbatasnya akses pendidikan
    Sedikitnya ada 6,6 juta anak (data tahun 2000) yang tidak bisa sekolah serta 7,2 juta siswa SD /SLTP terancam putus sekolah.
  • Adanya waktu luang anak akibat tidak sekolah serta memburuknya ekonomi keluarga memperbesar peluang orang tua untuk mendesak anaknya bekerja.
  • Pemanfaatan perkembangan teknologi yang tidak diawasi
  • Teknologi bersifat netral. Ia  bisa menguntungkan, namun bisa merugikan, bahkan cenderung mengarah ke sisi yang merugikan bisa lepas dari pengawasan. Televisi misalnya banyak acara yang mendidik, sarat pengetahuan, tapi  banyak juga acara “sampah”.
  • Tiada pengawasan membuat anak tertarik menonton acara sampah. Pada gilirannya, itu bisa memicu perilaku menyimpang, bahkan agresif.
  • Moore dan Parton berpendapat  (Moore, 13-16 Parton 1985:152-174) Faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan tindak kekerasan kepada anak disebabkan oleh faktor individu namun ada juga argumen karena faktor struktur sosial.
  • Faktor individu
    Menekankan bahwa  orang dewasa yang “berbakat” menganiaya anak mempunyai latar belakang masa kecil yang juga penuh kekerasan, ada juga orang dewasa menganggap anak seharusnya memberikan dukungan dan perhatian kepada orang tua dengan senantiasa memenuhi harapan orang tua sehingga  jika tidak anak harus dihukum. Selain itu, orang dewasa yang tidak tahu pertumbuhan perkembangan anak sehingga jika anak tidak dapat melakukan sesuatu yang diinginkan orang dewasa karena anak belum mampu maka orang dewasa menjadi marah.
  • Faktor struktur sosial
    Memandang perlakuan salah terhadap anak terjadi karena sesorang tidak mempunyai jaringan sosial yang memuaskan dan tidak mendukung dirinya dalam menghadapi berbagai masalah, misalnya hubungan suami istri yang tidak harmonis, masalah di tempat kerja dan lain-lain. ( Desi Natalliany , 2008).