Senin, 30 Desember 2013

Teknik pengawasan kredit

Teknik pengawasan kredit

  • Control by Exception
    Hal yang bersifat exception dapat diketahui dengan kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman (analisa SWOT), sehingga dengan demikian sasaran dan intensitas pengawasan difokuskan pada hal-hal yang lemah (faktor-faktor intern) dan hal-hal yang menjadi ancaman/membahayakan (faktor ekstern).
  • Pengawasan Fisik
    Yaitu pengawasan yang langsung dilakukan ketempat usaha nasabah
  • Monitoring Perkreditan
    BPR harus mengumpulkan data-data dan informasi baik informasi ekstern maupun informasi intern.
  • Audit
    Dengan sasaran audit ditujukan kepada nasabah dan bagian pengelolaan kredit. Beberapa bentuk aplikasi pengendalian intern dalam usaha perbankan dapat ditunjukkan sebagai berikut :
    • Division of Duties,
      Dapat berupa pemisahan fungsi-fungsi administratif, operasional, dan fungsi penyimpanan seperti front office teller, kasir dan accounting. Disamping itu pemisahan fungsi ini juga dapat dilihat dari tingkat jabatan yang ada.
    • Dual control,
      Merupakan kegiatan pengecekan kembali atas suatu pekerjaan yang telah dikerjakan oleh petugas sebelumnya.
    • Joint custody,
      Suatu sistem pemegang kunci lebih dari satu orang yang mempunyai fungsi yang berbeda adlam tugasnya. Hal ini diperlukan mengingat bahwa tanggung jawab bank berkaitan dengan barang-barang berharga seperti uang dan dokumen-dokumen barang jaminan.
    • Mandatory vacation,
      Merupakan kebebasan untuk menggunakan hak cuti
    • Number control
      Yaitu penyusunan formulir-formulir kerja secara prenumbered.
    • Outside activities of bank personal,
      Kegiatan pegawai bank diluar pekerjannya (jam kerja) harus dapat memberikan dampak positif bagi bank yang bersangkutan.
    • Rotation on duty assigment,
      Merupakan mutasi pegawai dan pejabat bank untuk menghilangkan berbagai kejenuhan bekerja secara rutin untuk suatu jangka waktu yang relatif lama.
    • Independen balancing,
      Merupakan penyeimbangan antara saldo-saldo rekening selama pencatatan, klasifikasi, dan pelaporan transaksi-transaksi perkreditan. Keseimbangan ini secara otomatis akan diperoleh bila praktek-praktek sistem akuntansi yang baik benar-benar telah diterapkan dalam kegiatan perbankan.