Senin, 16 Desember 2013

Pengertian rasionalisme

Rasionalisme adalah paham yang menganggap sesuatu itu dianggap benar jika sesuai dengan akal pikiran. Tempat kelahiran rasionalisme adalah Prancis (Renne Descartes 1596-1650). Ia adalah seorang filosof,ilmuwan dan matematikus Prancis yang tersohor. Sebenarnya, rasionalisme merupakan kelanjutan dari perlawanan terhadap ajaran-ajaran yang bersifat dogamatis dan taradisi yang mulai tampak pada abad ke-15 dan abad ke-16.

  • Charles Secondat, Baron de la Brede et de Montesquieu (1689– 1755)
    Montesquieu berpendapat bahwa dalam sebuah pemerintahan harus terdapat pemisahan kekuasaan berdasarkan pada “Trias Politika”, executive power (pelaksana undang-undang), legislativepower (pembuat undang-undang), dan judicial power (yang mengawasi pelaksanaan undang-undang). Pemikiran Montesquieu sangat dipengaruhi oleh pendapat-pendapat John Locke (1685 –1753) dari Inggris, yang mengemukakan executive power, legislativepower, dan attributive power sebagai pemisahan kekuasaan. Montesquieu ingin mengubah monarki absolute Perancis seperti di Inggris yang menerapkan monarki konstitusional.
  • Jean Jacques Rousseau (1712 – 1726)
    Pemikiran Rosseau adalah tentang hak kebebasan dan persamaan manusia. Ia mengatakan dalam bukunya yang berjudul DuContratct Social, bahwa “manusia dilahirkan bebas, tetapi ia sekarang terikat. Apa sebabnya?” Pendapat Rosseau tentang hak-hak azasi manusia dicantumkan dalam UUD 1789, juga menimbulkan paham demokrasi modern.
  • Francois Marie Arouet atau Voltaire (1694 – 1778)
    Voltaire adalah seorang pejuang kebebasan dan kemerdekaan. Tulisan-tulisannya yang tajam banyak mengkritik tindakantindakan raja yang sewenang-wenang dan mengoreksi keburukankeburukan yang dikalangan gereja.