Senin, 30 Desember 2013

Pengelompokan pinjaman berdasarkan tingkat collectibility

Dalam hubungannya dengan pengertian mengenai problem loans, perlu kiranya diketahui pula pengelompokan pinjaman berdasarkan tingkat collectibility-nya yang berlaku bagi perbankan di Indonesia dewasa ini sebagaimana digariskan oleh Bank Indonesia, sebagai berikut :

  • Lancar
    Suatu Pinjaman digolongkan lancar apabila memenuhi kriteria di bawah ini :
    • Untuk pinjaman angsuran
      • Tidak terdapat tunggakan angsuran pokok maupun bunga
      • Terdapat tunggakan angsuran pokok, tetapi belum melampaui satu masa angsuran berikutnya, atau belum melampaui 6 bulan bagi pinjaman yang masa angsurannya ditetapkan 6 bulanan atau lebih.
      • Terdapat tunggakan bunga, tetapi belum mencapai 2 bulan
      • Tidak terdapat cerukan (overdraft) karena penarikan.
    • Untuk pinjaman tanpa angsuran
      Pinjaman belum jatuh tempo dan tidak terdapat cerukan (overdraft) karena penarikan, serta tidak terdapat tunggakan bunga yang melampaui 2 bulan.
    • Untuk pinjaman dalam penyelamatan
      Memenuhi ketentuan tersebut pada angka 1.A atau 1.B ditambah ketentuan bahwa sekurang-kurangnya 20% dari pokok pinjaman dalam penyelamatan telah dilunasi. Selama 1 (satu) tahun sejak timbulnya kewajiban pembayaran bunga tidak ada tunggakan bunga. Dalam hal penyelamatan disertai dengan tambahan pinjaman yang jumlahnya melebihi 20% dari pokok pinjaman dalam penyelamatan, jumlah pelunasan sekurang-kurangnya sebesar tambahan pinjaman tersebut.
    • Disamping memenuhi kriteria diatas, suatu pinjaman hanya dapat digolongkan lancar jika menurut penilaian yang wajar diperkirakan debitur yang bersangkutan akan dapat melunasi utangnya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.
  • Kurang Lancar
    Suatu pinjaman digolongkan kurang lancar apabila memenuhi kriteria tersebut dibawah ini:
    • Suatu pinjaman dengan angsuran
      • Terdapat tunggakan angsuran pokok yang melampaui satu masa angsuran berikutnya, teteapi belum melampaui dua masa angsuran atau melampaui dua masa angsuran atau melampaui 6 bulan. Belum melampaui 12 bulan bagi pinjaman yang masa angsurannya ditetapkan 6 bulanan atau lebih.
      • Terdapat tunggakan bunga yang melampaui 2 bulan tetapi belum melampaui 3 bulan.
      • Terdapat cerukan (overdraft) karena penarikan, tetapi belum melampaui 3 bulan.
    • Untuk Pinjaman Tanpa Angsuran
      • Pinjaman belum jatuh waktu
      • Terdapat cerukan (overdraft) karena penarikan, tetapi belum melampaui 3 bulan.
      • Terdapat tunggakan bunga yang telah melampaui 2 bulan tetapi belum melampaui 3 bulan.
      • Pinjaman telah jatuh waktu dan belum dibayar, tetapi belum melampaui 3 bulan.
    • Untuk Pinjaman Dalam Penyelamatan
      Belum memenuhi ketentuan tersebut pada angka 1.C dan tidak ada tunggakan dan/atau cerukan (overdraft) yang melampaui batas waktu yang itentukan pada angka 2.A atau 2.B
      Memenuhi kriteria tersebut pada angka 2.A atau 2.B
    • Untuk Pinjaman Tanpa Perjanjian Tertulis
      • Belum melampaui 3 bulan sejak tanggal pemberiannya, dalam pengertian pinjaman tanpa perjanjian tertulis ini termasuk pemberian pinjaman hanya atas dasar askep.
      • Disamping melampaui kriteria diatas, suatu pinjaman hanya dapat digiolongkan kurang lancar, jika menurut penilaian diperkirakan debitur yang bersangkutan akan dapat melunasi seluruh utangnya.
  • Diragukan
    • Suatu pinjaman akan digolongkan meragukan apabila pinjaman yang bersangkutan tidak memenuhi kriteria lancar dan kurang lancar, yaitu :
    • Pinjaman masih dapat diselamatkan dan jaminannya bernilai sekurang-kurangnya 75% dari utang debitur.
    • Pinjaman tidak dapat diselamatkan tetapi jaminannya masih bernilai sekurang-kurangnya 100% dari utang debitur.
  • Macet
    Suatu pinjaman digolongkan macet apabila : Tidak memenuhi kriteria lancar, kurang lancar dan diragukan seperti tersebut pada angka 1, 2, dan 3.
    Memenuhi kriteria iragukan tersebut pada angka 3, tetapi dalam waktu 18 bulan bulan sejak digolongkan diragukan belum ada pelunasan atau usaha penyelamatan yang tercermin dalam akad penyelamatan pinjaman. Jangka waktu tersebut dapat diperpendek, apabila berdasarkan penilaian yang wajar diketahui bahwa bank sukit untuk memperoleh pelunasannya dan sulit untuk diusahakan penyelamatannya.