Selasa, 26 November 2013

Cara reproduksi sel tumbuhan

Semua sel eukariotik – sel yang mengandung materi genetik dalam inti – mereproduksi melalui pembelahan sel untuk menggantikan yang lama, sel-sel usang dan membuat organisme yang lebih besar dan lebih kompleks. Tahapan dasar mitosis adalah profase, metafase, anafase, telofase dan sitokinesis. Proses pembelahan sel terjadi secara mitosis dan meiosis. Mitosis merupakan periode pembelahan sel yang berlangsung pada jaringan titik tumbuh (meristem), seperti pada ujung akar atau pucuk tanaman.  Fase mitosis tersebut terjadi pada sel tumbuhan maupun hewan. Terdapat perbedaan mendasar antara mitosis pada hewan dan tumbuhan. Pada hewan terbentuk aster dan terbentuknya alur di ekuator pada membran sel pada saat telofase sehingga kedua sel anak menjadi terpisah.

Mitosis terjadi hanya pada sel eukariot. Pada organisme multisel, sel somatik mengalami mitosis, sedangkan sel kelamin (yang akan menjadi sperma pada jantan atau sel telur pada betina) membelah diri melalui proses yang berbeda yang disebut meiosis. Sel prokariot yang tidak memiliki nukleus menjalani pembelahan yang disebut pembelahan biner.

Karena sitokinesis umumnya terjadi setelah mitosis, istilah “mitosis” sering digunakan untuk menyatakan “fase mitosis”. Perlu diketahui bahwa banyak sel yang melakukan mitosis dan sitokinesis secara terpisah, membentuk sel tunggal dengan beberapa inti. Hal ini dilakukan misalnya oleh fungi dan slime moulds. Pada hewan, sitokinesis dan mitosis juga dapat terjadi terpisah, misalnya pada tahap tertentu pada perkembangan embrio lalat buah.

profase
Selama profase, kromatid sel – untai yang mengandung DNA – menjadi lebih tebal dan lebih terlihat, dan membran nuklir larut. Sentrosoma – struktur yang menghasilkan serat spindle – membentuk dan mulai bergerak ke ujung-ujung sel. Pada saat bersamaan, mikrotubul muncul diantara dua sentrosom dan membentuk benang-benang spindle, yang membentuk seperti bola sepak. Pada sel hewan, mikrotubul lainnya menyebar yang kemudian membentuk aster. Pada saat bersamaan, kromosom teramati dengan jelas, yaitu terdiri dua kromatid identik yang terbentuk pada interfase. Dua kromatid identik tersebut bergabung pada sentromernya. Benang-benang spindel terlihat memanjang dari sentromer.

metafase
Pada metafase, kromatid berbaris di tengah sel, antara sentrosoma.

anafase
Selama anafase, serat spindle memperpendek, menarik kromatid sister terpisah menuju ujung-ujung sel.

telofase
Selama telofase, kromatid – sekarang disebut kromosom – menjadi lebih tipis dan kurang terlihat, dan membentuk membran inti baru untuk mengandung mereka. Dengan demikian terjadilah pemisahan dua protoplas baru. Sekat bersal dari peleburan vesikel-vesikel hasil sekresi diktiosom yang ada disekitar fragmoplas dan mungkin juga dari reticulum endoplasma. Peleburan vesikel-vesikel menjadi dinding sekat meninggalkan lubang kecil, yaitu saluran plasmodesmata. Suatu lamela tipis kemudian diletakkan pada kedua sisi sekat pemisah oleh protoplas sel anakan.

Terjadilah tingkat awal perkembangan dinding baru sel anakan. Peleburan vesikel pada sekat sel diikuti oleh penebalan bahan dinding pada kedua sisi sekat sel, sehingga menambah tebal. Bahan dinding primer yang baru juga di timbun pada dinding sel lama, sehingga masing-masing sel anakan membentuk dinding primer yang lengkap.

Perkebangan dinding sel dalam penebalanya dilakukan melalui 2 cara, yaitu dengan penempelan bahan dinding selapis demi selapis pada lamella tengah (aposisi) dan dengan penyisipan bahan baru di antara bahan yang lama (intususpensi). Berdasarkan arahnya , pertumbuhan dinding sel secara aposisi disebut sentripetal, sedangkan pertumbuhan dinding kearah lumen sel disebut sentrifugal. Pertumbuhan sentripetal dijumpai pada khas sel-sel pembentuk jaringan. Sedangkan pertumbuhan sentrifugal dijumpai pada pembentukan dinding sel serbuk sari atau spora.

sitokinesis
Pada sitokinesis, piring sel membentuk melalui pusat sel, membagi sel menjadi dua. Setelah sitokinesis, sel-sel melalui masa istirahat disebut interfase.