Jumat, 29 November 2013

Cara bakteri mendapatkan energi

Bakteri autotrof termasuk organisme yang mensintesis makanan organik mereka sendiri. Bakteri autotrof menggunakan bahan anorganik untuk menghasilkan makanan organik. Bakteri autotrof mendapatkan karbon dari karbon dioksida dan menggunakan hidrogen yang diperoleh dari hidrogen sulfida (H2S), amonia (NH3), atau hidrogen (H2). Bakteri autotrof dibagi lagi menjadi fototrof dan kemotrof (lithotrof dan organotrof).

Nutrisi bakteri
Bakteri terdiri terutama karbon, bersama dengan oksigen, nitrogen, hidrogen dan fosfor, bersama dengan jumlah yang lebih kecil dari unsur-unsur lain. Dalam rangka untuk tumbuh dan memperoleh energi, bakteri harus memiliki sumber nutrisi.

Bakteri phototrophs
Seperti tanaman, bakteri ini memperoleh energi dari fotosintesis, menggunakan sinar matahari. Mereka menggunakan bacteriochlorophyll, yang mirip dengan klorofil yang tanaman digunakan. Bakteri tidak menghasilkan oksigen, tetapi mereka mendapatkan karbon yang diperlukan dari karbon dioksida. Namun tidak seperti halnya tumbuhan, bakteri ini tidak menghasilkan oksigen selama fotosintesis. Beberapa bakteri fototrof diantaranya adalah Cyanobacteria, bakteri sulfur hijau, bakteri Chloroflexi, dan bakteri Purple.

Reaksi kimia Sotosintesis oleh bakteri adalah sebagai beriku :

6CO2 + 6H2S —————–> C6H12O6 + 6S2

Bakteri Organotrophs
Organotrophs mengkonsumsi senyawa organik untuk mendapatkan nutrisi. Oleh karena itu, mereka harus mengkonsumsi organisme atau sisa-sisa lain untuk bertahan hidup, dengan cara yang sama pada manusia dan hewan. Bakteri patogen atau penyebab penyakit biasanya jatuh ke dalam kelompok ini.

Bakteri lithotrophs
“Lithotroph” berarti “pemakan batu.” Bakteri ini mendapatkan energi dari senyawa anorganik, biasanya mineral. Mereka mengkonsumsi senyawa yang tinggi elektron untuk mendapatkan sebagian besar nutrisi yang tercantum dalam bagian pertama. Mereka merupakan bagian integral dari banyak proses geologi, seperti pelapukan batuan dasar ke dalam tanah. Namun, mereka tidak dapat memperoleh karbon penting dari mineral, jadi, tergantung pada jenis bakteri, dapat diperoleh melalui udara atau konsumsi bahan organik bersama dengan senyawa mineral. Bakteri ini membutuhkan karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, fosfor serta beberapa elemen lain. Untuk kelangsungan hidupnya, bakteri litotrof mengoksidasi senyawa anorganik seperti hidrogen sulfida, elemen sulfur, amonium, dan ion besi (ferro) yang sebagian besar diperoleh dari batuan. Bakteri nitrifikasi seperti bakteri Nitrosomonas dan Nitrobacter memperoleh energi dengan mengoksidasi amoniak menjadi nitrat.

Bakteri Saprofit (saprobe = sampah)
Bakteri ini untuk mendapatkan energi (ATP) dengan menguraikan sampah yang berupa sisa-sisa bahan organik menjadi bahan-bahan anorganik sehingga bakteri ini disebut sebagai pengurai. Contoh Esherechia coli.

Bakteri Parasit
Bakteri yang dalam mensintesis energi (ATP) dengan mendapatkan bahan organik dari sel/tubuh inang yang ditempatinya. Inang yang sering ditempati bakteri adalah tumbuhan, hewan, dan manusia. Apabila parasit pada manusia dan menyebabkan penyakit maka disebut bakteri patogen. Contoh Clostridium tetani (tetanus). Mycobacterium tubercolosis (TBC) dan Mycobacterium leprae penyebab penyakit lepra.

Bakteri Khemosintetik
Bakteri ini dalam mensintesis bahan organiknya dibantu oleh energi dari hasil reaksi kimia. Energi kimia diekstraksi dari Hidrogen sulfida (H2S), Amonia (NH3), ion fero (Fe2+) atau beberapa bahan kimia lainnya. Karena itu, bakteri ini termasuk kelompok organisme khemoautotrop. Contohnya adalah Nitrosomonas, Nitrosococcus dan Nitrobacter yang memecah senyawa nitrogen untuk sumber energi dalam mensintesis senyawa organik.

Reaksi kimia fotosintesis oleh bakteri adalah sebagai beriku :
2NH3 + 3O2 —————–> 2HNO3 + 2H2O + Energi Kimia

Energi Kimia

6CO2 + 6H2S —————–> C6H12O6 + 6S2