Rabu, 13 November 2013

Anatomi usus halus

Usus halus membentang dari lambung hingga bagian atas dari usus besar. Usus halus memiliki panjang lebih dari 6 meter (20 kaki) dan melingkar di bagian tengah dari rongga perut. Namun, meskipun panjangnya 6 meter, luas permukaan usus halus tidak cukup untuk menyerap semua nutrisi tubuh yang dibutuhkan, ole karena itulah usus halus memiliki sifat elastis sehingga bisa melebar. Dengan demikian, usus halus memiliki berjuta lipatan mikroskopis untuk meningkatkan luas permukaan yang tersedia untuk penyerapan.

Dinding bagian dalam usus halus  (jejunum) terdiri dari dua jenis lipatan yang disebut plicae circulares dan rugae. Rugae membuat jaringan ekstra bagi usus halus berkontraksi dan menggelembungkan bila diperlukan. Para circulares plicae di sisi lain adalah struktur tetap yang terletak di dinding usus itu lagi dan terdiri dari dua struktur yang disebut vili dan mikrovili.

Kedua struktur yang pelepah-seperti tonjolan bekerja sama untuk memaksimalkan luas permukaan untuk penyerapan. Pembuluh darah hadir dalam vili bertanggung jawab untuk transportasi nutrisi diserap oleh sel-sel permukaan. Lapisan dalam dari usus halus  yang disebut mukosa memiliki tiga jenis sel: sel epitel, sel endokrin dan sel sekretorik.

Selain itu, 6 meter panjang usus halus dibagi menjadi tiga zona yang berbeda: duodenum (panjang 25 cm), jejunum (panjang 2,5 m) dan ilium (3,5 m panjang). Namun, perbedaan struktur anatomi sangat tidak jelas, karena perbedaan struktural mikroskopis. Namun demikian, setiap bagian dikaitkan dengan fungsi tertentu.