Rabu, 11 September 2013

Kriteria tanda atau ciri ciri dokter yang baik

Kriteria tanda atau ciri-ciri dokter yang baik

  • 1. Memiliki Wawasan yang Luas
    Dokter yang bagus bisa mengingat banyak teori kedokteran yang ada serta mengkombinasikannya dengan pengalaman dan pengetahuan medis lainnya. Jangan memilih dokter yang pelupa, apalagi yang suka nekat memberikan penjelasan yang salah. Cek lagi apa yang telah disampaikan oleh dokter kita, apakah benar atau asal bicara tanpa dasar. Kita bisa baca tulisan di internet secara gratis tentang berbagai penyakit untuk membandingkan serta menguji wawasan dokter kita.
  • 2. Mampu Memberi Penjelasan Dengan Baik
    Komunikasi antara dokter dengan pasien serta keluarga pasien amat sangat penting. Percuma saja bila dokternya pintar namun tidak bisa menyampaikan dengan baik hal-hal yang harus disampaikan kepada pasien beserta keluarganya sehingga bisa menyebabkan salah paham dan juga keraguan.
  • 3. Mempunyai Banyak Pengalaman dan Jam Terbang
    Biasanya dokter yang senior dan telah melakukan prakter dokter bertahun-tahun akan memiliki banyak pengalaman dalam melayani bermacam-macam tipe pasien. Namun bukan berarti dokter yang masih muda semuanya kurang pengalaman. Bisa jadi dokter yang masih muda lebih berpengalaman dan lebih berkualitas dari dokter yang umurnya lebih tua.
  • 4. Selalu Siap Dihubungi dan Membantu Siapa Saja
    Sudah menjadi resiko dokter harus siap melayani pasien kapan pun dan di mana pun. Dokter yang baik harus siap memberikan nomor telepon handphone yang mudah dihubungi serta siap menjawab pertanyaan pasien yang datang tiba-tiba. Dokter pun juga harus siap rumahnya didatangi pasien pada saat di luar jam kerja, bahkan di tengah malam sekalipun.
  • 5. Memiliki Reputasi dan Nama Baik
    Jika seorang dokter sudah banyak memiliki reputasi yang buruk dari sumber informasi yang dapat dipercaya, maka sebaiknya kita menghindari dokter tersebut dan beralih ke dokter yang lain. Jika sudah tahu keburukan seorang dokter namun kita tetap datang kepadanya, maka segala resiko harus siap kita tanggung. Pilih saja dokter yang punya nama baik di masyarakat.
  • 6. Tidak Berorientasi Kepada Uang
    Dokter yang baik harus siap menolong orang lain secara sukarela tanpa memungut bayaran sepeserpun pada saat dan situasi tertentu. Jika pasien yang datang berasal dari golongan miskin, maka dokter tidak akan membebankan pasien tersebut dengan biaya pengobatan yang tidak dapat dijangkau. Dokter yang bagus bisa tahu kapan harus mencari uang dan kapan harus menolong tanpa pamrih.
  • 7. Terlihat Menikmati Pekerjaannya
    Lihat dokter yang ada di hadapat kita apakah dia menyukai dan mencintai pekerjaannya atau tidak. Jika dokternya mudah senyum, ramah, sabar, telaten, teliti, pandai mengambil hati, rajin, tidak gampang bete, ikhlas, dan lain-lain, maka dokter tersebut menunjukkan tanda-tanda sebagai dokter yang menyukai pekerjaannya. Namun pada kondisi tertentu bisa saja ciri tanda tersebut tidak terlihat, seperti ketika sedang capek, sedang ada masalah, mendapat pasien yang sangat menyebalkan dan lain sebagainya.
  • 8. Tidak Mudah Merasa Jijik
    Dokter tidak boleh memperlihatkan rasa jijik pada pasien yang datang apapun situasinya. Dokter yang takut dengan darah, takut tertular penyakit, takut dengan fisik pasien yang buruk rupa, dan lain sebagainya itu menunjukkan dokter yang gampang jijikan. Dokter yang bagus harus bisa mengesampingkan rasa dendam, rasa marah, rasa takut, rasa jijik, rasa malu, dan lain-lain saat melaksanakan tugas-tugas mulia yang diembannya.
  • 9. Mampu Bekerja dengan Baik di Saat Darurat / Genting
    Saat penuh tekanan di saat gawat darurat, dokter yang baik harus bisa bersikap tenang dan tidak emosi. Dokter pun juga harus bisa menenangkan pasien dan orang lain yang ada di sekitarnya. Di saat yang gawat dan genting itu sang dokter mampu bekerja sesuai prosedur dan juga cepat dalam mengambil keputusan dalam menentukan sesuatu.
  • 10. Mampu Menciptakan Suasana Mental Pasien yang Baik / Positif
    Dokter yang baik bisa berkomunikasi dengan pasien yang dapat memacu semangat untuk sembuh, menghibur dan menghilangkan pikiran-pikiran negatif pasiennya. Pasien yang datang diberi pencerahan hingga hilang kebingungan dan kegalauan hati, serta diberikan harapan yang besar untuk bisa sembuh walaupun penyakit yang diderita sulit untuk disembuhkan.