Minggu, 23 Juni 2013

Prosedur pemasangan terapi intravena (Infus)

Prinsip pemasangan terapi intravena (infus) memperhatikan prinsip steril, hal ini yang paling penting dilakukan tindakan untuk mencegah kontaminasi jarum intravena (infus).
Langkah-langkah dalam pemasangan terapi intravena (Infus) menurut Susiati (2008 : 16), adalah sebagai berikut :

  • Berikan penjelasan kepada pasien menggenai maksud pemasangan IV line, untuk memperoleh persetujuan dan kerja sama pasien. Pasien hendaknya dalam keadaan tenang, dalam kondisi baring atau duduk.
  • Atur posisi pasien senyaman mungkin. Persiapkan lengan yang akan dipasang kanulasi (bila memungkinkan, cari lengan yang tidak dominan).
  • Ciptakan suasana yang mendukung dan bersahabat.
  • Jika kanulasi akan diteruskan dengan pemasangan infus, sedangkan baju pasien agak ketat, maka lepaskan atau longgarkan baju dari lengan pasien.
  • Cuci tangan medikal.
  • Persiapkan set infus
  • Cek aliran infus
  • Dekatkan peralatan (yang telah disiapkan dalam troli injeksi) ke pasien.
  • Kenakan sarung tangan.
  • Letakkan perlak pada bagian bawah lengan.
  • Pasang tourniquet.
  • Identifikasi vena yang layak digunakan.
  • Disinfeksi kulit dengan alkohol swab, sirkuler (biarkan mengering, jangan ditiup).
  • Gunakan kanula steril.
  • Masukkan kanula ke vena (kanulasi) dengan sudut 15-20 derajat.
  • Insersi kanula (IV insertion).
  • Buka tourniquet.
  • Dorong kanula masuk secara perlahan, tarik stilet keluar secara perlahan.
  • Setelah darah tampak keluar, sambungkan dengan IV line.
  • Letakkan kasa steril di bawah kanula, agar jika ada darah yang keluar akan segera diserap.
  • Buang jarum kedalam sharp container.
  • Atur tetesan infus sesuai program terapi dokter.
  • Bersihkan daerah sekitar bekas penusukan dengan kasa steril.
  • Buang kasa kedalam tempatnya.
  • Tutup dengan plaster transparan.
  • Fiksasi dengan plester antialergi dengan cara jangkar.
  • Beri label pada :
  • Botol infus ; cantumkan (tanggal, bulan, tahun, mulai dan selesai pemberian infus)
  • Set infus ; cantumkan (jam, tanggal, bulan, dan nama pemasang infus).
  • Rapikan alat seperti semula.
  • Cuci tangan
  • Dokumentasikan kedalam catatan perkembagan pasien.