Minggu, 16 Juni 2013

Manfaat bunga rosella

Pada tanaman rosella yang berkhasiat adalah kelopak yang berwarna merah. Memang kelopak itu berbentuk seperti bunga, terlebih jika sudah dikeringkan. Kelopak tersebut dapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun seduhan. Kelopak bunga tanaman tersebut berwarna merah tua, tebal, dan berair. Semakin pekat warna merah, rasanya kian asam dengan khasiat yang juga semakin besar (Mardiah, 2009).

Kelopak rosella mengandung antioksidan yang dapat menghambat terakumulasinyaradikal bebas penyebab penyakit kronis, seperti kerusakan ginjal, diabetes, jantung koroner dan kanker (darah). Antioksidan juga dapat mencegah penuaan dini, dan salah satu zat aktif yang berperan adalah antosianin. Antosianin merupakan pigmen tumbuhan yang memberikan warna merah pada bunga rosella dan berperan mencegah kerusakan sel akibat paparan sinar UV berlebih. Salah satu khasiatnya adalah dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, bahkan mematikan sel kanker tersebut. Antosianin yang berpengaruh diberi nama delphinidin 3- sambubioside (Widyanto, 2009).

Dulu kelopak bunga tanaman tersebut dikenal sebagai frambozen dan sering digunakan untuk bahan pembuat sirup berwarna merah yang beraroma khas. Baru sekarang ini, kelopak bunga rosella dikenal sebagai bahan minuman yang  disebut teh rosella. seperti teh, selain itu kelopak bunga rosella dalam bentuk segar dapat dimanfaatkan untuk membuat makanan seperti puding, campuran salad, jus, manisan, selai, dan sirup. Selain rasanya yang enak, kelopak bunga itu memang memiliki efek farmakologis cukup lengkap (Mardiah, 2009).

Daun rosella juga bisa digunakan untuk merawat luka dari gigitan serangga, penyakit kulit, kaki yang pecah-pecah, mempercepat pematangan bisul dan melembutkan kulit. Selain itu, daun muda rosella bisa juga dimakan sebagai ulam atau salad. Biji rosella mempunyai kandungan dan juga berperan sebagai diuretik, antisariawan, selain itu biji digunakan untuk mengobati penyakit kulit, kekurangan darah, menyembuhkan gangguan pencernaan dan meningkatkan stamina. Sementara itu di Afrika, biji Rosella dimakan karena dipercaya mengandung minyak tertentu. Pahitnya akar rosella dapat menambah stamina dan keperkasaan. Ekstrak kelopaknya dapat digunakan untuk meredakan kejang (antipasmodik), mengobati cacingan (antelmintik), mengatasi batuk dan sebagai antibakteri (Widyanto, 2009).

Teh rosella juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh untuk mengatasi sakit tenggorokan, meluruhkan dahak, menurunkan kadar gula darah, menurunkan kolesterol, TBC, mengatasi panas dalam, sembelit, megurangi dampak negatif nikotin bagi para perokok, mengurangi resiko osteoporosis dan memperhambat menopause. Selain itu, rosella juga dapat digunakan sebagai antiseptik usus dan anti radang serta terapi bagi para pecandu narkoba (Widyanto, 2009).