Senin, 27 Mei 2013

Gejala yang bisa ditemui pada suatu anafilaksis

Sistem kekebalan melepaskan antibodi. Jaringan melepaskan histamin dan zat lainnya.
Hal ini menyebabkan penyempitan saluran udara, sehingga terdengar bunyi mengi (bengek), gangguan pernafasan; dan timbul gejala-gejala saluran pencernaan berupa nyeri perut, kram, muntah dan diare.

Histamin menyebabkan pelebaran pembuluh darah (yang akan menyebabkan penurunan tekanan darah) dan perembesan cairan dari pembuluh darah ke dalam jaringan (yang akan menyebabkan penurunan volume darah), sehingga terjadi syok.
Cairan bisa merembes ke dalam kantung udara di paru-paru dan menyebabkan edema pulmoner.

Seringkali terjadi kaligata (urtikaria) dan angioedema. Angioedema bisa cukup berat sehingga menyebabkan penyumbatan saluran pernafasan.
Anafilaksis yang berlangsung lama bisa menyebabkan aritimia jantung.

Gejala-gejala yang bisa ditemui pada suatu anafilaksis adalah:

  • kaligata
  • gatal di seluruh tubuh
  • hidung tersumbat
  • kesulitan dalam bernafas
  • batuk
  • kulit kebiruan (sianosis), juga bibir dan kuku
  • pusing, pingsan
  • kecemasan
  • berbicara tidak jelas
  • denyut nadi yang cepat atau lemah
  • jantung berdebar-debar (palpitasi)
  • mual, muntah
  • diare
  • nyeri atau kram perut
  • bengek
  • kulit kemerahan.