Wednesday, 17 April 2013

Analisis lentur balok beton bertulang

Tegangan lentur pada balok diakibatkan oleh regangan yang timbul karena adanya beban luar. Apabila beban bertambah maka pada balok akan terjadi deformasi dan regangan tambahan yang mengakibatkan retak lentur disepanjang bentang balok. Bila beban semakin bertambah, pada akhirnya terjadi keruntuhan elemen struktur. Taraf pembebanan yang demikian disebut keadaan limit dari keruntuhan pada lentur (James G.MacGregor,1997).

Apabila kekuatan tarik beton telah terlampaui, maka beton mengalami retak rambut. Oleh karena itu beton tidak dapat meneruskan gaya tarik pada daerah retak, sehingga seluruh gaya tarik yang timbul ditahan oleh baja tulangan. Pada kondisi tersebut, distribusi tegangan beton tekan masih dianggap sebanding dengan nilai regangannya (James G.MacGregor,1997).

Teori lentur untuk beton bertulang didasarkan pada tiga anggapan, yang cukup mengizinkan untuk suatu perhitungan momen dari suatu balok. Tiga anggapan dasar teori lentur balok beton bertulang (James G.MacGregor, 1997) :

  • Bagian tegak lurus pada sumbu lenturan adalah bidang sebelum membengkokkan bidang sisa setelah lenturan.
  • Regangan di dalam tulangan sebanding dengan regangan di dalam beton ditingkatan yang sama atau sebatas beban sedang.
  • Tegangan di dalam beton dan tulangan dapat dihitung dari tegangan menggunakan kurva tegangan-regangan untuk beton dan baja.