Kamis, 21 Maret 2013

Jumlah dan jenis tindak pidana internasional yang berasal dari konvensi internasional sejak tahun 1812 sampai 1978

Jumlah dan jenis tindak pidana Internasional yang berasal dari konvensi Internasional sejak tahun 1812 – 1978 ada 20 tindak pidana Internasional :

  • Agression : adalah penggunaan kekerasan dan senjata oelh satu Negara terhadap kedaulatan integritas wilayah dan kemerdekaan politik dari Negara lain atau dengan cara yang tidak konsisten dengan piagam PBB.
  • War Crimes : Kejahatan perang.
  • Unlawfull Use of Weapons : Penggunaan senjata secara tidak sah. Misalnya  : dilarang menempatkan senjata Nuklir di dasar laut bebas, di zona antartika, diangkasa luar ( termasuk planet-planet lainnya).
  • Genociden : Kejahatan terhadap kemanusiaan didalam keadaan perang. Sejak Nuremberg trial hanya ada satu kasus penuntutan atas kejahatan terhadap kemanusiaan dan Genocide, yaitu terhadap Adolf Eyckman (tahun 1961) orang Israel yangb melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan untuk memusnahkan bangsa Yahudi. Kemudian Ia melarikan diri keluar negri dan ditangkap oleh agen Israel di perbatasan Amerika Latin.
  • Crimes against humanity : kejahatan terhadap kemanusiaan. Istilah ini diambil dari Nuremberg trial pada tahun 1945 dan meliputi pula kejahatan pembunuhan, penghabisan (Eksterminasi) pembudakan, deportasi dan tindakan-tindakan lain yang tidak manusiawi yang dilakukan terhadap penduduk sipil.
  • Apartheid : diskriminasi ras (perbedaan warna kulit secara mencolok).
  • Slavery and related crimes : perbudakan dan kejahatan yang berhubungan dengan pembudakan. Sebetulnya pembudakan telah dilarang oleh hukum Internasional sejak Koncvensi Wina tahun 1815.
  • Torture (As A War Crimes) : penganiayaan selama peperangan. Konvensi penganiayaan pada tahun 1978 (Draft conduct convention) mengartikan kejahatan penganiayaan sebagai perbuatan yang menimbulkan derita parah. Apakah itu bersifat mental atau atas anjuran seseorang pejabat public atau  untuk mana pejabat public itu bertanggung jawab.
  • Unlawfull Human Experimentation: Ekperimen secara medis secara melawan hukum atau tidak sah yang dilakukan semasa perang (kejahatan perang).
  • Piracy : pembajakan dilaut.
  • Crimes relation to international air communication : Kejahatan yang berkaitan dengan komunikasi udara Internasional.
  • Treat and use of force against internationally protected person : ancaman dan penggunaan kekerasan terhadap orang-orang yang dilindungi secara Internasional. Merupakan prinsip yang paling kuat dalam hukum kebiasaan internasional, yaitu prinsip bahwa tertentu (biasanya diplomat) diberikan pelindung dan kekebalan dalam pemenuhan tugasnya.
  • Taking of civilian hostages : Tindakan penyanderaan terhadap orang-orang sipil.
  • Unlawfull use of the mails : penggunaan surat secara tidak sah atau melawan hujkum.
  • Drugs offences : penyalahgunaan narkotika.
  • Falsification an counterfeiting : pemalsuan dan memperbanyak mata uang. Kejahatan ini dilarang dalam konvensi Internasional mengenai pemalsuan tahun 1929. Menurut konvensi ini : “ mengharuskan mengekstradisi pelaku “. ( asas Universalitas) .
  • Theft of nation and archeologocal treasurest (in time of war) : Pencurian kekayaan nasional dan peninggalan sejarah (sewaktu perang).
  • Bribery of foreign public officials : Penyuapan terhadap pejabat publik Negara asing. Kejahatan ini melibatkan pemberian uang atau hadiah lain kepada pejabat public dari Negara lain dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan dari orang itu secara melanggar kewajiban yang sah.
  • Interference with submarine cables : pengangguan kabel bawah laut. Karena hubungan antar Negara melalui teknologi canggih, biasa dilakukan hanya dengan menghubungkan melalui kabel atau pipa atau tabung yang diletakan dibawah laut.
  • International traffic in obscene pubications : Lalu lintas internasional dalam publikasi yang tidak semestinya, meliputi : Tindakan Penyiapan, pengobatan, pemilikan, pengangkutan dan peredaran bahan-bahan yang tidak semesinya (usang) diantara dua Negara untuk penggunaan personal. Namun seharusnya harus dicatat bahwa kejahatan ini sering dilakukan karena terjadinya perubahan dalam sikap di masyarakat dan kesukaran dalam pelaksanaan yang timbul dari masalah kebebasan dalam mengemukanan atau mengeluarkan pendapat.
    Perbedaan jenis tindak pidana Internasional yang dikemukankan dalam Konvensi Internasional dan yang dikemukakan oleh Bassiouni ( 22 jenis tindak pidana Internasional) adalah dalam hal : Environmental Protetion dan theft of Nuclear Mterials.