Selasa, 05 Februari 2013

Teori pers libertarian

Sesuai dengan ajaran demokrasi, manusia memiliki hak alamiah untuk mengejar kebenaran yang hakiki dan memiliki kebebasan untuk menyatakan pendapat, secara lisan dan tulisan (pers) tanpa control dari pemerintah (pihak luar). Maka teori libertarian berpendapat bahwa pers harus memiliki kebebasan seluas-luasnya untuk membantu manusia mencari dan menemukan kebenaran hakiki tersebut. Salah satu caranya melaiui pers.

Menurut teori ini, pers merupakan sarana penyalur hati nurani rakyat untuk mengawasi dan menentukan sikap kebijakan pemerintah karena ia bukanlah alat kekuasan pemerintah, sehingga harus bebas dari pengaruh dan pengawasan pemerintah. Dengan demikian teori ini memandang sensor merupakan tindakan yang inkonstitusional terhadap kemerdekaan pers.

  • Menurut Krisna Harahap pers libertarian mempunyai tugas:
    • Melayani kebutuhan kehidupan ekonomi (iklan).
    • Melayani kebutuhan kehidupan politik.
    • Mencari keuntungan (demi kelansungan hidupnya).
    • Menjaga hak warga negara.
    • Memberi biburan.
  • Selanjutnya Krisna Harahap menyebutkan ciri pers yang merdeka (libertarian) yaitu:
    • Publikasi bebas dari tiap penyensoran pendahuluan.
    • Penerbitan dan pendistribusian terbuka bagi setiap orang tanpa memerlukan izin atau lisensi.
    • Kecaman terhadap pemerintah, pejabat, atau partai politik tidak dapat dipidana.
    • Tidak ada kewajiban mempublikasikan segala hal.
    • Publikasi “kesalahan” dilindungi sama halnya dengan publikasi kebenaran dalam hal-hal yang berkaitan dengan opini dan keyakinan.
    • Tidak ada batasan hukum terhadap upaya pengumpulan informasi untuk kepentingan publikasi.
    • Wartawan mempunyai otonomi profesional dalam organisasi mereka.