Selasa, 12 Februari 2013

Bentuk dan makna lambang garuda pancasila

Bentuk dan Makna Lambang Negara Burung Garuda diatur dalam UU No. 24 Tahun 2009 pasal 46 sampai 50.

Secara umum Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia berbentuk Garuda Pancasila yang kepalanya menoleh lurus ke sebelah kanan, perisai berupa jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda.
Secara umum Garuda Pancasila dapat menjadi 3 bagian yaitu :

  • Gambar Burung Garuda
    Garuda Pancasila sendiri adalah lambang berupa burung garuda yang sudah dikenal melalui mitologi kuno yaitu burung yang menyerupai burung elang rajawali. Garuda digunakan sebagai Lambang Negara untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan negara yang kuat.selain itu pandangan ke kanan artinya bangsa Indonesia berpikir ke arah kebaikan dan juga kemajuan bangsa.
    Garuda memiliki paruh, sayap, ekor, dan cakar yang mewujudkan lambang tenaga pembangunan. Garuda memiliki sayap yang masing-masing berbulu 17, ekor berbulu 8, pangkal ekor berbulu 19, dan leher berbulu 45 yang merupakan lambang tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan waktu pengumandangan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
  • Perisai
    Perisai adalah tameng yang telah dikenal dalam kebudayaan dan peradaban asli Indonesia sebagai senjata yang melambangkan perjuangan dan perlindungan diri untuk mencapai tujuan.
    Di tengah-tengah perisai terdapat sebuah garis hitam tebal yang melukiskan katulistiwa yang merupakan garis untuk melambangkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara merdeka dan berdaulat yang dilintasi garis katulistiwa.
  • Pada perisai terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar Pancasila sebagai berikut :
    • dasar Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkan dengan cahaya di bagian tengah perisai berbentuk berbentuk bintang yang bersudut lima .
    • dasar Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dilambangkan dengan tali rantai bermata bulatan dan persegi di bagian kiri bawah perisai .
    • Dasar Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin di bagian kiri atas perisai .
    • Dasar Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dilambangkan dengan kepala banteng di bagian kanan atas perisai .
    • Dasar Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilambangkan dengan kapas dan padi di bagian kanan bawah perisai
  • Pita
    Semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah pepatah lama yang pernah dipakai oleh pujangga ternama Mpu Tantular. Kata Bhineka, bersal dari bhinna dan ika) .Bhinna artinya bermacam-macam dan Ika berarti  itu . Sedangkan Tunggal artinya satu dan Ika artinya itu .  Terjemahannya, Meskipun berbeda-beda (suku, bahasa, dan adat budaya), tetapi merupakan persatuan dan kesatuan nusa dan bangsa Indonesia. Istilah “Bhineka Tunggal Ika” diambil dari kitab Sutasoma karya Empu Tantular zaman pemerintahan Raja Hayamwuruk (1350 – 1389)  . Semboyan ini digunakan menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Warna
    Lambang Negara menggunakan warna pokok yang terdiri atas yang diatur dalam pasal 49 UU No. 24 Tahun 2009 :
    • warna merah di bagian kanan atas dan kiri bawah perisai;
    • warna putih di bagian kiri atas dan kanan bawah perisai;
    • warna kuning emas untuk seluruh burung Garuda;
    • warna hitam di tengah-tengah perisai yang berbentuk jantung;
    • warna alam untuk seluruh gambar lambang.
  • Warna-warna ini melambangkan :
    • Kuning Emas : keluhuran, kebesaran, kemegahan
    • Merah : keberanian
    • Putih : kesucian, kemurnian, kebenaran
    • Hijau : kemakmuran, kesuburan
    • Hitam : keabadian
  • Makna Keseluruhan
    Keseluruhan nilai lambang Garuda Pancasila mengandung makna:
    • Indonesia adalah negara kesatuan yang kuat dan perkasa.
    • Indonesia merdeka dan berdaulat penuh sejak 17 Agustus 1945.
    • Indonesia berdasarkan Pancasila.
    • Indonesia adalah negara kesatuan yang terdiri dari pulau-pulau dan      kepulauan, berbagai suku bangsa, berbagai bahasa daerah dan budaya, berbagai agama tetapi tetap dalam persatuan dan kesatuan nusa bangsa Indonesia.