Kamis, 14 Februari 2013

Akta pendirian PT

Menurut Kansil akta pendirian memuat anggaran dasar dan keterangan lain, sekurang-kurangnya:

  • Nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, pekerjaan, tempat tinggal, dan kewarganegaraan pendiri. Dalam mendirikan perseroan diperlukan kejelasan mengenai kewarganegaraan pendiri. Pada dasarnya badan hukum Indonesia yang berbentuk perseroan didirikan oleh warga Negara Indonesia, namun demikian kepada warga Negara asing diberi kesempatan untuk mendirikan badan hukum Indonesia yang berbentuk perseroan sepanjang undang-undang yang mengatur bidang usaha perseroan tersebut memungkinkan, atau pendirian perseroan tersebut diatur dengan undang-undang tersendiri.
  • Susunan, nama lengkap, tempat, dan tanggal lahir, pekerjaan, tempat tinggal, dan kewarganegaraan anggota direksi dan komisaris yang pertama kali diangkat, dan
  • Nama pemegang saham yang telah mengambil bagian saham, rincian jumlah saham, dan nilai nominal atau nilai yang diperjanjikan dari saham yang telah ditempatkan dan disetor pada saat pendirian.
Yang dimaksud dengan mengambil bagian saham adalah jumlah saham yang diambil oleh pemegang saham pada saat pendirian perseroan. Akta pendirian tidak boleh memuat: ketentuan tentang penerimaan bunga tetap atas saham, dan ketentuan tentang pemberian keuntungan pribadi kepada pendiri atau pihak lain (Pasal 8).

PT tidak mempunyai firma dan tidak diperkenankan memakai nama salah seorang atau beberapa persero, melainkan nama PT diambil dari objek perusahaan itu. Walaupun UU tidak menentukan bahwa tempat kedudukan harus disebutkan dalam akta, tetapi menjadi kebiasaan dalam tiap-tiap akta PT hal ini dilakukan juga.

Yang dimaksud dengan tempat dan kedudukan ialah tempat kedudukan yuridis dari perseroan yang disebut dalam akta dan biasanya tempat di mana pengurusnya atau direksinya berada (Kansil,2002: 97).

Menurut Kansil Saham meliputi: saham biasa, saham preferen, saham preferen kumulatif, saham preferen kumulatif yang berhak mendapat bagian keuntungan.
  • Saham biasa, yaitu yang tidak mempunyai hak lebih daripada saham-saham lain.
  • Saham preferen, yaitu saham-saham yang menurut kebiasaan diberikan kepada para pendiri PT.
  • Saham preferen kumulatif, yaitu saham-saham yang jika pada suatu tahun tak dapat diberikan dividen karena perseroan menderita kerugian, maka dividen dari tahun-tahun yang rugi itu dapat digabungkan dengan dividen dari tahun berikutnya di mana didapat keuntungan.
  • Saham preferen kumulatif yang berhak mendapat bagian keuntungan, sifat saham ini dan hak dari pemegang-pemegang saham ini ialah seperti hak-hak pemegang saham preferen kumulatif, dengan tambahan bahwa di damping itu para pemegang saham tersebut masih mendapat hak atas bagian tertentu dari keuntungan.