Sabtu, 01 Desember 2012

Tujuan UU agraria

Pokok-pokok UU Agraria tahun 1870 berisi:

  • pribumi diberi hak memiliki tanah dan menyewakannya kepada pengusaha swasta, serta
  • pengusaha dapat menyewa tanah dari gubernemen dalam jangka waktu 75 tahun.
Dikeluarkannya UU Agraria ini mempunyai tujuan yaitu:
  • memberi kesempatan dan jaminan kepada swasta asing (Eropa) untuk membuka usaha dalam bidang perkebunan di Indonesia, dan
  • melindungi hak atas tanah penduduk agar tidak hilang (dijual).
UU Agraria tahun 1870 mendorong pelaksanaan politik pintu terbuka yaitu membuka Jawa bagi perusahaan swasta. Isi dari UU ini yaitu:
  • perusahaan-perusahaan gula milik pemerintah akan dihapus secara bertahap, dan
  • pada tahun 1891 semua perusahaan gula milik pemerintah harus sudah diambil alih oleh swasta.
Dengan adanya UU Agraria dan UU Gula tahun 1870, banyak swasta asing yang menanamkan modalnya di Indonesia, baik dalam usaha perkebunan maupun pertambangan. Berikut ini beberapa perkebunan asing yang muncul.
  • Perkebunan tembakau di Deli, Sumatra Utara.
  • Perkebunan tebu di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
  • Perkebunan kina di Jawa Barat.
  • Perkebunan karet di Sumatra Timur.
  • Perkebunan kelapa sawit di Sumatra Utara.
  • Perkebunan teh di Jawa Barat dan Sumatra Utara.