Jumat, 21 Desember 2012

Kendala yang sering terjadi dalam penerapan kebijakan otonomi daerah

Kendala yang sering terjadi dalam penerapan kebijakan otonomi daerah

  • High Cost Economic dalam bentuk pungutan-pungutan yang membabi buta. Otonomi daerah dapat berubah sifat menjadi “Anarkisme Financial”
  • High Cost Economic dalam bentuk KKN
  • Orientasi Pemda pada Cash Inflow, bukan pendapatan
  • Pemda bisa menjadi “drakula” bagi anak-anak mereka sendiri yaitu BUMD-BUMD yang berada dibawah naungannya. Modusnya bisa jadi bukan melalui penjualan aset, melainkan melalui kebijakan penguasa daerah yang sulit ditolak oleh jajaran pimpinan BUMD
  • Karena terfokus pada penerimaan dana Pemda bisa melupakan kriteria pembuktian berkelanjutan
  • Munculnya hambatan bagi mobilitas sumber daya
  • Potensi konflik antar daerah menyangkut pembagian hasil pungutan
  • Bangkitnya egosentrisme
  • Karena derajat keberhasilan otonomi lebih dilandaskan pada aspek-aspek finansial pemerintah daerah bisa melupakan misi dan visi otonomi sebenarnya.
  • Munculnya bentuk hubungan kolutif antara eksekutif dan legislatif di daerah.