Jumat, 02 November 2012

Penggunaan balanced scorecard dalam organisasi nirlaba

Penggunaan Balanced Scorecard dalam organisasi nirlaba memerlukan beberapa penyesuaian. Hal ini karena adanya perbedaan karakteristik maupun tunjuan organisasi profit dan nirlaba. Dalam organisasi profit ditekankan untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sedangkan dalam organisasi nirlaba ditekankan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan dana terbatas.

Perpektif Pelanggan Hal ini menjadi titik fokus utama dalam Balanced Scorecard di organisasi nirlaba, terutama dalam hal mendefinisikan siapa yang disebut pelanggan, apakah pendonor ataukah mereka yang kita layani, ini tergatung cara pandang kita.

Perspektif Keuangan. Akan sulit menentukan berapa harga yang pantas atas setiap pelayanan yang diberikan, namun disisi lain yang terbaik adalah pelayanan yang terbaik dengan biaya yang kecil dan efisien.

Proses Internal. Setiap organisasi harus membuat pedoman kerja yang efisien untuk mencapai tujuan organisasi. Kuncinya adalah memilah dan mengukur setiap proses yang akan meningkatkan output bagi masyarakat dan membantu pencapaian tujuan organisasi.

Perspektif Pelatihan dan Pengembangan Pegawai. Tiga area terpenting adalah kompetensi dan keahlian pegawai, Alur informasi yang membantu pegawai dalam membuat keputusan yang efektif, dan iklim organisasi termasuk penugasan dan motivasi.