Rabu, 31 Oktober 2012

Terminologi dalam manajemen strategik

Terminologi dalam manajemen strategik

  • Visi
    Visi adalah perspektif masa depan dimana institusi pemerintahan harus menuju, agar dapat mempertahankan keberadaannya, antisipatif, dan inovatif. Visi dapat juga didefinisikan sebagai gambaran peranan masa depan dan tujuan dari organisasi yang menantang dan imajinatif, yang secara signifikan melampaui lingkungan saat ini. Suatu visi haruslah menjawab pertanyaan mendasar, “Ingin menjadi apakah kita?” Pernyataan visi haruslah singkat, jika dimungkinkan hanya satu kalimat, dan sebisa mungkin para manajer diikutsertakan dalam membuat peryataan ini.
  • Misi
    Suatu pernyataan misi merupakan kendaraan yang paling utama dalam mengidentifikasi tujuan yang sebenarnya dari suatu organisasi dan untuk menangkap esensi dari pertanyaan-pertanyaan: Kenapa kita berbisnis? Apakah aktivitas kita yang utama (produk atau jasa)? Pasar apakah yang akan kita masuki? Kemana kita akan menuju?
  • Faktor Kunci Keberhasilan
    Sebelum membuat tujuan-tujuan, faktor kunci keberhasilan harus ditentukan terlebih dahulu. Faktor kunci keberhasilan adalah segala sesuatu yang memperbolehkan manajemen untuk mengembangkan suatu perencanan strategik, terutama dalam komunikasi dan implementasi, dalam bentuk potensi kekuatan (strength), kelemahan (weakness), Kesempatan (opportunity), dan ancaman (threat) yang dihadapi oleh organisasi.
  • Tujuan dan sasaran
    Setelah semua kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman teridentifikasi dan generalisasi strategi dari hasil analisa telah dilaksanakan, maka tujuan dan sasaran yang akan dicapai akan siap untuk dibentuk.
    Tujuan adalah sesuatu yang diharapkan untuk dihasilkan dalam periode satu ataulimatahun. Tujuan diciptakan dengan mereferensi kepada visi dan misi serta didasarkan kepada hasil yang diperoleh dari analisis strategi.
    Sasaran (target) adalah suatu deskripsi dari tujuan yang ingin dicapai dalam bentuk kuantitatif. Sasaran (target) adalah hasil yang ingin dicapai dalam realitas oleh organisasi yang berdasarkan konsep SMART, yaitu specific (spesifik), measurable (dapat diukur), achievable (dapat dicapai), result-oriented (berorientasi hasil), and time-bound (jangka waktu).
  • Kebijakan
    Untuk menyelesaikan tujuan dan sasaran, dibutuhkan persepsi dan tekanan tertentu dalam bentuk kebijakan, yang merupakan petunjuk pelaksanaan untuk aktivitas tertentu dalam mencapai tujuan dan sasaran. Kebijakan harus dibuat berdasarkan sudut pandang dari semua unit organisasi yang mempunyai autoritas. Kebijakan yang krusial harus diambil manajer tergantung pada situasi dan kondisi organisasinya.