Minggu, 28 Oktober 2012

Pembuatan strategi untuk melakukan pekerjaan lapangan

Bagian-bagian dari rencana strategis auditor dalam melakukan pekerjaan lapangan biasanya akan mencakup :

  • Kebutuhan pegawai;
  • Kebutuhan sumber daya dari luar;
  • Pengorganisasian staf audit;
  • Wewenang dan tanggung jawab;
  • Struktur pekerjaan lapangan;
  • Waktu pelaksanaan pekerjaan lapangan;
  • Metode pekerjaan lapangan;
  • Metode pendokumentasian;
  • Penyiapan laporan;
  • Rencana kontijensi.
  • Tim Audit dengan Pengarahan  Mandiri
    Merupakan sebuah inovasi baru dalam pelaksanaan audit, dimana tim ini terpisah dari bentuk manajemen tradisional yang gemuk. Tim tersebut merupakan sebuah unit operasional, yang seringkali terdiri dari ahli-ahli dalam berbagai bidang audit, dan memiliki kepemimpinan dalam rotasi atau dasar-dasar lainnya. Tim tersebut membuat keputusan sendiri, seringkali dengan bantuan ahli bersama pimpinan tim tersebut.
  • Audit Berhenti-Kemudian-Lanjut
    Konsep dasar audit ini adalah untuk memberdayakan auditor lapangan untuk menghentikan audit dalam survey pendahuluan, atau pada waktu-waktu lainnya, jika tidak ada indikasi adanya risiko-risiko yang substansial atau tidak ada temuan-temuan penyimpangan potensial. Saat audit dihentikan, auditor pindah ke audit selanjutnya yang termasuk dalam rencana audit tahun depan
  • Control Self-assessment
    Merupakan pengembangan konsep audit partisipatif tentang kemitraan antara auditor dengan klien. Metode yang dikembangkan adalah mengembangkan semacam pertemuan yang dilakukan staf audit, tetapi terdiri dari karyawan klien yang akan mengevaluasi dan mengukur aspek-aspek ”lunak” dari kontrol internal. Peserta audit internal membuat pertanyaan dan masalah yang akan didiskusikan. Peserta dari klien membahas bahan-bahan tersebut dan mencapai kesimpulan mengenai diterapkannya aspek-aspek kontrol internal dan efektivitas masalah tersebut, juga dibahas penyebab masalah dan solusinya.