Rabu, 31 Oktober 2012

Kelemahan dari penganggaran tradisional

Anggaran adalah suatu pernyataan finansial keuangan dari suatu rencana. Penganggaran tradisional berfokus pada perencanaan sumber daya untuk suatu unit organisasi. manager kebanyakan menyusunnya dengan cara melihat ngka-angka tahun lalu dan kemudian menaikkan anggaran untuk tahun ini berdasarkan inflasi dan/atau berdasarkan jumlah kenaikan pendapatan. Masalahnya, dengan pendekatan ini pemborosan tahun lalu dimasukkan ke dalam anggaran tahun ini. Berikut ini kelemahan dari penganggaran tradisional:

  • Penganggaran tidak memperhatikan pengurangan biaya dan penghapusan aktivitas dan tugas yang boros, maka penganggaran tradisional tidak menggambarkan dengan jelas apa yang sedang dilakukan oleh organisasi.
  • Penganggaran tradisional tidak mengurangi beban kerja sampai ke tingkatan minimal untuk mendukung tujuan perusahaan. Kelebihan beban kerja dalam kaitannya dengan penyusunan proses aktivitas dan bisnis yang buruk mengakibatkan penambahan biaya serta tidak meningkatkan kepuasan pelanggan.
  • anggaran tradisional menggolongkan biaya menjadi biaya tetap dan biaya variable, sehingga hanya berfokus biaya variabel dan menyiratkan bahwa biaya tetap tidak dapat dikendalikan. Penggolongan yang lebih baik adalah dengan cara memisahkan kapasitas yang digunakan dan yang tidak digunakan.
  • Anggaran tradisional menetapkan tujuan seperti “mengurangi biaya” sebesar persentase tertentu, tanpa memberi pemahaman bagi karyawan bagaimana cara mencapai target tersebut.
  • Anggaran tradisional cenderung untuk berfokus pada akibat dan bukannya pada sebab.