Monday, 3 September 2012

Permasalahan dalam komoditi kedelai

Permasalahan dalam komoditi kedelai

  • Subsistem Up Stream Agribussiness (Hulu)/Input pertanian
    • Industri penghasil sarana/prasarana produksi pertanian belum mampu memberikan teknologi yang bisa dengan mudah diadopsi oleh petani dengan harga yang terjangkau.
    • Lemahnya modal petani untuk melakukan betanam kedelai
    • Pemberian pupuk pada kedelai yang diradsa belum efisien, seperti  pemberian pupuk N yang tinggi bagi kedelai akan menghambat proses fiksasi N oleh bintir akar.
  • Subsistem On Farm/ produksi pertanian
    • Salah satu penyebab tidak bersaingnya harga pokok produksi produk Agribisnis di Indonesia adalah rendahnya produktivitas Produktivitas kedelai di Indonesia baru mencapai 1.23 ton per Ha hingga Tahun 2000, jauh dibawah produktivitas kedelai China yang telah mencapai 1.70 ton kedelai per Ha, dan jika dibandingkan dengan produktivitas kedelai Amerika yang mencapai 2.56 ton per Ha, kita semakin jauh tertinggal. Rendahnya produktivitas tersebut menyebabkan biaya per-satuan produk menjadi tinggi.
    • Gairah petani dalam melaksanakan pembudidayaan kedelai menurun ,hal ini disebabkan karena bercocok kedelai dianggap tidak menguntungkan.
    • Kemitraan dibidang agribisnis kedelai belum berkembang baik,masih sangat terbatas yang berminat untuk mengembangkan usahanya dibidang agribisnis kedelai
  • Subsistem/ Pengolahan/Agroindustri/hilir
    • Impor kedelai murah meningkat.Kebijakan impor kedelai merupakan suatu hal yang sangat menentukan gairah petani dalam melakukan budidaya kedelai.
      Penyebabnya adalah karena harga kedelai impor lebih murah dari pada harga kedelai dalam negeri. Hal tersebut antara lain disebabkan karena petani luar negeri (Amerika, Brazil, Argentina, Cina dan lain-lain) bisa memproduksi kedelai dengan biaya rendah.