Monday, 17 June 2013

Manfaat bunga rosella sebagai antidiabetes melitus

Adegunlove tahun 1996 menemukan bahwa rosella memberikan pengaruh terhadap penurunan kadar serum kreatinin, kolesterol, dan glukosa. Artinya rosella juga memiliki kemampuan sebagai antidiabetes.

Hal tersebut telah dibuktikan pada penelitian penulis pada tahun 2007, yang menunjukan pemberian ekstrak rosella selama 12 hari sangat berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah pengidap diabetes.

Kadar glukosa darah  pada kelompok 1 (minum ekstrak rosella 30%  dari volume) mencapai kadar normal yaitu 161 mg/dl pada hari ke 12 sedangkan kadar glukosa darah kelompok 2 (minum ekstrak rosella 60% dari volume) mencapai kadar normal sebesar 191 mg/dl pada hari ke 12. Rata – rata jumlah sel β pada pulau langerhans (penghasil Hormon Insulin) pada pemberian ekstrak rosella 30% dan 60% berturut – turut 24,8 sel dan 22,2 sel. Sementara jumlah sel β control hanya 6,6 sel.

Hal ini menunjukan bahwa pemberian ekstrak rosella 30% maupun 60% dapat memperbaiki sel β pada pulau langerhans sel Pankreas, sehingga sel ini mampu memproduksi insulin lebih banyak sehingga gula darah dapat turun (Asaad, 2009 ).

Manfaat bunga rosella sebagai antihipertensi

Khasiat kelopak rosella untuk menurunkan tekanan darah telah di akui di india, Afrika dan meksiko. Senyawa aktif dalam rosella yang banyak berperan dalam menurunkan tekanan darah adalah asam organic dan senyawa flavonoid. Senyawa aktif rosella tersebut dapat membantu melancarkan peredaran darah dengan cara mengurangi derajat Viskositas (kekentalan) darah. Selanjutnya kerja jantung memompa darah semakin ringan dan otomatis tekanan darah menjadi rendah. Seorang dokter Naturopati dari Bastyr University di Seattle, amerika serikat menemukan 79% dari 70 orang yang memiliki tekanan darah tinggi hingga sedang, tekanan darahnya menurun setelah di berikan teh rosella sebanyak 1,5 liter sebelum sarapan (Asaad, 2009).

Bunga rosella dapat mengontrol hipertensi jenis ringan maupun sedang seperti obat Captopril yang biasa digunakan untuk mengatasi hipertensi dan gagal jantung. Journal of Ethnopharmacology melaporkan bahwa setelah 12 hari, 31 pasien yang mengonsumsi teh rosella rata-rata mengalami penurunan tekanan darah hingga 15 persen untuk tekanan sistolik dan 10 persen untuk tekanan diastolik. Normalnya, tekanan sistolik 120 dan diastolik 80, artinya teh rosella dapat menurunkan tekanan darah hingga kondisi normal selama kurang lebih tidak sampai dua minggu (faraji, 1999).

Mauren Williams (2009), seorang Dokter Naturopathy dari Bastyr University di Seattle, Amerika Serikat, telah melakukan studi terhadap 70 orang dengan tingkat penyakit hipertensi ringan hingga sedang yang berada dalam kondisi sehat dan tidak melakukan pengobatan apapun sejak sebulan sebelum penelitian dilakukan. Secara acak, sebagian orang diminta untuk mengkonsumsi teh rosella sebanyak 1 liter sebelum sarapan pagi, sebagian lagi mengkonsumsi 25 mg obat anti hipertensi. Setelah empat minggu, ternyata tekanan darah Diastolik berkurang hingga sepuluh angka untuk 79 % orang yang mengkonsumsi rosella dan 84 % untuk orang yang mengkonsumsi obat antihipertensi (Red-Tea, 2009).

Manfaat bunga rosella sebagai antikanker

Penemuan mengenai khasiat rosella sebagai antikanker membuat tanaman rosella yang berasal dari Afrika ini terasa begitu istimewa. Rosella ini dinilai lebih baik daripada kemoterapi dalam mengobati kanker. Selain itu rosella bisa mengobati beberapa jenis kanker diantaranya kanker paru – paru, hati, payudara, prostat, dan usus besar (Syukri, 2008).

Sebagai obat antikanker rosella memiliki beberapa keistimewaan. Beberapa studi menunjukan bahwa kandungan senyawa pada rosella efektif melawan, menargetkan, dan membunuh sel yang tumbuh abnormal seperti sel kanker. Senyawa ini tidak menyerang sel yang normal, berbeda dengan kemoterapi yang masih menyerang sebagai sel normal. Hal ini membuat penderita tidak mengalami rambut rontok, berat badan turun, dan kondisi tubuh drop seperti efek samping kemoterapi(Djauzi, 2010).

Daun Rosella mengandung senyawa aktif yang disebut acetoginin, senyawa inilah yang mampu menyerang dan menghancurkan sel kanker. Senyawa acetoginin itu terdiri dari muricatocin A, muricatocin B, annomuricin E, muricapentocin, annopentocin A, annopentocin B, dan annopentocin C. Acetoginin menyerang sel kanker dengan cara menghambat suplai ATP (adenosine trifosfat) yang merupakan sumber energi bagi sel, termasuk sel kanker. Namun hanya ATP sel kanker yang dihambat, sedangkan ATP sel normal tidak diserang. Inilah salah satu keistimewaan rosella sebagai antikanker (Asaad, 2009).

Peneliti dari faculty of agrikultur unifersity jepang, menemukan senyawa antosianin pada rosella. Senyawa antosianin ampuh mengatasi penyakit kanker darah atau leukemia karena kandungan antioksidan pada ekstrak kelopak rosella mengandung 51% antosianin dan 24% antioksidan. Dengan adanya anti oksidan, sel-sel radikal bebas yang merusak inti sel dapat di hilangkan. Itu sebabnya rosella memiliki efek anti kanker. Hasil penelitian Hui-Hsuan lin dari Institute Of Biochemistry dan Biotechnology, Chung San Medical University, Taichung, Taiwan, membuktikan bahwa rosella bersifat anti kanker lambung. Penelitiannya menemukan anti oksidan rosella yang membunuh sel kanker dengan metode sitotoksis dan apoptosis. Penelitian lain yang dilakukan oleh DE-Xing Hou di Jepang, seorang peneliti dari Department of Biochemical Science Ang Technology, Faculty Of Agricultur, Kagoshima Universit Jepang, menemukan bahwa delphidin 3-sambubioside, antioksidan rosella ampuh mengatasi kanker darah atau leukemia. Cara kerjanya dengan menghambat terjadinya kehilangan membrane mitokondria dan pelepasan sitokrom dari mitokondria ke setosol (Farida, 2010).

Sunday, 16 June 2013

Manfaat bunga rosella

Pada tanaman rosella yang berkhasiat adalah kelopak yang berwarna merah. Memang kelopak itu berbentuk seperti bunga, terlebih jika sudah dikeringkan. Kelopak tersebut dapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun seduhan. Kelopak bunga tanaman tersebut berwarna merah tua, tebal, dan berair. Semakin pekat warna merah, rasanya kian asam dengan khasiat yang juga semakin besar (Mardiah, 2009).

Kelopak rosella mengandung antioksidan yang dapat menghambat terakumulasinyaradikal bebas penyebab penyakit kronis, seperti kerusakan ginjal, diabetes, jantung koroner dan kanker (darah). Antioksidan juga dapat mencegah penuaan dini, dan salah satu zat aktif yang berperan adalah antosianin. Antosianin merupakan pigmen tumbuhan yang memberikan warna merah pada bunga rosella dan berperan mencegah kerusakan sel akibat paparan sinar UV berlebih. Salah satu khasiatnya adalah dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, bahkan mematikan sel kanker tersebut. Antosianin yang berpengaruh diberi nama delphinidin 3- sambubioside (Widyanto, 2009).

Dulu kelopak bunga tanaman tersebut dikenal sebagai frambozen dan sering digunakan untuk bahan pembuat sirup berwarna merah yang beraroma khas. Baru sekarang ini, kelopak bunga rosella dikenal sebagai bahan minuman yang  disebut teh rosella. seperti teh, selain itu kelopak bunga rosella dalam bentuk segar dapat dimanfaatkan untuk membuat makanan seperti puding, campuran salad, jus, manisan, selai, dan sirup. Selain rasanya yang enak, kelopak bunga itu memang memiliki efek farmakologis cukup lengkap (Mardiah, 2009).

Daun rosella juga bisa digunakan untuk merawat luka dari gigitan serangga, penyakit kulit, kaki yang pecah-pecah, mempercepat pematangan bisul dan melembutkan kulit. Selain itu, daun muda rosella bisa juga dimakan sebagai ulam atau salad. Biji rosella mempunyai kandungan dan juga berperan sebagai diuretik, antisariawan, selain itu biji digunakan untuk mengobati penyakit kulit, kekurangan darah, menyembuhkan gangguan pencernaan dan meningkatkan stamina. Sementara itu di Afrika, biji Rosella dimakan karena dipercaya mengandung minyak tertentu. Pahitnya akar rosella dapat menambah stamina dan keperkasaan. Ekstrak kelopaknya dapat digunakan untuk meredakan kejang (antipasmodik), mengobati cacingan (antelmintik), mengatasi batuk dan sebagai antibakteri (Widyanto, 2009).

Teh rosella juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh untuk mengatasi sakit tenggorokan, meluruhkan dahak, menurunkan kadar gula darah, menurunkan kolesterol, TBC, mengatasi panas dalam, sembelit, megurangi dampak negatif nikotin bagi para perokok, mengurangi resiko osteoporosis dan memperhambat menopause. Selain itu, rosella juga dapat digunakan sebagai antiseptik usus dan anti radang serta terapi bagi para pecandu narkoba (Widyanto, 2009).